Karakter Seksual Remaja Akhir di Yogyakarta

Alma Ananda Alieva Noor Wahyudina, Rahmah Rahmah

Abstract


ABSTRAK

Sebanyak 63,4 juta jiwa (27,7%) penduduk Indonesia adalah remaja yang terdiri dari laki-laki sebanyak 50,70% jiwa dan perempuan sebanyak 49,30% jiwa . Perkiraan persentase remaja yang meningkat dengan pesat dapat menyebabkan remaja rentan menuai berbagai persoalan. Salah satu persoalan tersebut adalah perilaku seksual bebas di kalangan remaja. Sikap jelas sangat mempengaruhi perilaku. Memegang teguh suatu sikap yang mengarah pada suatu objek memberikan satu alasan untuk berperilaku mengarah pada objek itu dengan suatu cara tertentu. Sesuai dengan penjelasan-penjelasan tersebut, remaja sangat penting untuk menentukan sikap terhadap suatu stimulus khususnya stimulus seksual, sehingga perilaku seksual yang menyimpang dapat dicegah dengan segera serta menghapuskan asumsi bahwa hubungan seks hanya sebatas hal yang bersifat rekreatif saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap seksual remaja. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di SMA “X” Yogyakarta pada bulan Februari 2016. 64 responden (61,5%) dikategorikan rendah pada dimensi permissiveness. 68 responden (65,4%) dikategorikan tinggi pada dimensi birth control. 58 responden (55,8%) dikategorikan tinggi pada dimensi communion. 39 responden (37,5%) dikategorikan rendah pada dimensi instrumentality.

Kata Kunci : remaja, sikap seksual, sikap seksual remaja

ABSTRACT

As much as 63.4 million people (27.7%) of Indo- nesian population is composed of adolescents, boys as many as 50.70% people () and girls as many as 49.30% people. Estimation of the percentage of adolescents are increasing rapidly. It can cause various problems. One of the issue is the sexual behavior among adolescents. The attitude obviously affects behavior. Keep up an attitude that leads to an object gives one reason to the object in a certain way. Appropriate with the explana- tions, adolescents are very important to determine the attitude to a stimulus, especially a sexual stimulus, so the deviant sexual behavior can be prevented immedi- ately and to eliminate the assumption that sex is lim- ited to things that are recreational only. The objective of this study is to know the representation/illustration of sexual behavior of adolescents. This study was used quantitative descriptive design using cross sectional method. The sampling technique in this study was strati- fied random sampling. The study was conducted in SMA “X” Yogyakarta in February 2016. As much as 64 respondents (61.5%) was categorized as low on permis- siveness dimension . As much as 68 respondents (65.4%) was categorized as high on birth control dimensions. As much as 58 respondents (55.8%) was categorized as high on communion dimensions (the close relation- ship between two people). As much as 39 respondents (37.5%) was categorized as low on Instrumentality di- mensions.

Key word: adolescent, adolescents sexual attitude, sexual attitude


Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2009). Sikap Manusia : Teori danP engukuran y a .

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bappeda DIY. (2013). Grand design Revitalitas Peran Keluarga dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Sosial Anak. Jakarta: Salemba Medika.

Comotto, Nicholas Ryan. (2010). Memories for sexual encoun- ters: Sexual attitudes, personality, gender, and evidence for personal flashbulb effects. Undergraduate Honors Thesis Col- lection. Paper 68.

Cruz, Germano Vera, Etienne Mullet. (2012). Sexual Attitudes among Mozambican Adults. International Journal of Psychol- ogy and Counselling Vol. 4(6), June 2012.

Heisler, D., Webb M., Chickering, S. A., Colburn, T. A., & Call,

S. (2005). Religiosity and dispositional forgiveness. Review of Religious Research.

Holman, Amanda. (2014). How Adolescents Perceive Their Par- ents’ Communication About Sex: Toward Reducing Adolescent Sexual Risk. Disertasi diterbitkan. University of Nebraska.

Hurlock, E. B. (2010). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Alih Bahasa Istiwidayanti, dkk). Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Natarajan, R. (2005). Technical Education: Current Status and Future Directions Vol. III [Versi Elektronik]. India: The ICFAI University Press.

Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis (Edisi ke-3). Jakarta : Salemba Medika.

Potter, P. A., Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan Praktik (Edisi ke-4, Volume ke- 1). Alih Bahasa : Yasmin Asih, dkk. Jakarta : EGC.

Rahmadewi & Dwi Wahyuni. (2011). Kajian Profil Penduduk Remaja (10-24 Thn). Jakarta Timur: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan – BKKBN 2011.

Sarwono. S.W. (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suryoputro, dkk. (2007). Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja di Jawa Tengah : Implikasinya Terhadap Kebijakan dan Layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Jurnal Kesehatan, Makara. Vol.10, No. 1. Juli 2006: 29- 40.

Suwarjo. (2008). Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling) Untuk Mengembangkan Resiliensi Remaja. Makalah disampaikan dalam Seminar Pengembangan Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Tanggal 29 Februari 2008.

Utomo, Iwu Dewisetyani, Ariane Utomo. (2013). Adolescents Pregnancy in Indonesia: A Literature Review. Australia: Aus- tralian Demographic and Social Research Institute.




DOI: http://dx.doi.org/10.18196/ijnp.1.1.2683

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office : School of Nursing Universitas muhammadiyah Yogyakarta

Kompleks FKIK Gedung F3 Lantai 4
Kampus Terpadu UMY
JL. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Email : IJNP@umy.ac.id
Web : http://journal.umy.ac.id/index.php/mjn

Creative Commons License
Indonesian Journal of Nursing Practice is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats