UJI BEDA EFEK GUIDED IMAGERY DAN ETHYL CHLORIDE TERHADAP NYERI SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK

Indra Tri Astuti, Nopi Nur Khasanah

Abstract


Abstrak

Pemasangan infus merupakan tindakan invasif awal yang seringkali dilakukan di Instalansi Gawat Darurat (IGD) guna memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit. Tindakan tersebut dapat menyebabkan nyeri pada anak. Nyeri yang tidak ditangani dapat mengakibatkan dampak yang serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perawat perlu menggunakan metode yang tepat untuk mengurangi nyeri pada anak saat pemasangan infus guna meminimalkan dampak tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan antara intervensi guided imagery dan ethyl chloride  terhadap skor nyeri anak saat pemasangan infus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian semu (quasi experiment) dengan postest kelompok kontrol nonekuivalen (after only onequivalent control group design). Jumlah total responden 30 anak yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Skor nyeri diukur dengan Wong-Baker face pain rating scale dan dianalisis secara statistik dengan uji post hoc Mann-whitney. Hasil menunjukkan nilai ρ sebesar  0,530 (ρ>0,05) artinya tidak terdapat perbedaan skor nyeri yang bermakna antara kedua intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa Guided imagery dapat dijadikan alternatif penatalaksanaan nyeri non farmakologi dan non invasif  pada anak saat pemasangan infus di IGD.

Abstract

 

The infusion procedures are the first invasive treatment conducted in Emergency Room (ER) to fullfil the need of fluid and electrolyte. Those treatments can cause pain on children. The untreated pain can cause any serious effect, both in short term and long term. Nurses need to use the appropriate  method to decrease the pain on children when infusion is installed to decrease those effects. This study is aimed to analyze the differences of children pain score when having infusion procedures with guided imagery and ethyl chloride intervention. This study used quasi experimental study  with 30 children as  participants by using non equivalent control group design. The group was taken by using consecutive sampling technique. The data was collected by using Wong-Baker face pain rating scale and analyzed by post hoc Mann-Whitney test. The result showed that ρ value were 0,530 (ρ>0,05), of which can be concluded that there is no significant difference on the two interventions. Guided imagery could be used as an alternative pain management for non farmachology and non invasive on children when having the  infusion procedures at ER.


 


Keywords


Ethyl chloride, Guided imagery, Nyeri pada anak, Pemasangan infus

Full Text:

PDF

References


Andarmoyo, S. (2013). Konsep dan proses keperawatan nyeri. Jogjakarta: Arruz Media.

Apóstolo, J. L. A., & Kolcaba, K. (2009). The effects of guided imagery on comfort, depression, anxiety, and stress of psychiatric inpatients with depressive disorders. Archives of Psychiatric Nursing, 23(6), 403–411. doi:10.1016/j.apnu.2008.12.003

Creswell, J. W. (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Dahlan, M. S. (2009). Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Glasper, A. & Richardson, J. (2006). A textbook of children’s and young people’s nursing. Philadelpia: Elsevier

Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2009). Wong’s essentials of pediatric nursing (8th ed.). St. Louis Missouri: Mosby Elsvier.

Ismanto, A. Y. (2011). Studi komparatif pemberian ASI dan topikal anestesi terhadap respon nyeri imunisasi pada bayi di Puskesmas Bahu Manado. Universitas Indonesia. Retrieved from http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=20280168&lokasi=lokal

Kozier, & Erb’s. (2012). Fundamentals of nursing. America: Person PLC.

Mariyam, & Widodo, S. (2012). Pengaruh guided imagery terhadap tingkat nyeri pada anak usia 7-13 tahun saat dilakukan pemasangan infus di RSUD Kota Semarang. In Seminar Hasil-Hasil Penelitian (p. 978 (6), 6). Semarang: LPPM UNIMUS.

Novianti, Novayelinda, R., & Utomo, W. (2012). Pengaruh pemberian eutetic mixture of local anestetic terhadap penurunan nyeri pada anak prasekolah yang dilakukan pengambilan darah vena. Universitas Riau. Retrieved from http://repository.unri.ac.id/bitstream/123456789/1889/1/MANUSCRIPT.pdf.

Potter, A. P., & Perry, G. P. (2006). Buku Ajar Fundamental keperawatan. Jakarta: EGC.

Siregar, I. A. (2007). Perbandingan efektifitas anestesi oles dengan anestesi semprot dalam menurunkan intensitas nyeri pada pungsi arteri. Universitas Sumatera Utara. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6263/1/Ira Aliza1.pdf

Van Der Veek, S. M. C., Derkx, B. H. F., Benninga, M. A., Boer, F., & de Haan, E. (2013). Cognitive behavior therapy for pediatric functional abdominal pain: A randomized controlled trial. Pediatrics, 132(5), e1163–e1172. doi:10.1542/peds.2013-0242


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office : School of Nursing Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Kompleks FKIK Gedung Siti Walidah F3 Lantai 4
Kampus Terpadu UMY
JL. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Email : IJNP@umy.ac.id
Web : http://journal.umy.ac.id/index.php/ijnp

Creative Commons License
Indonesian Journal of Nursing Practice is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats