Efektifitas Kombinasi Napas Dalam dan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Pasien PPOK

Endrian MJW, Elis Noviati, Jajuk Kusumawaty

Abstract


Abstrak

PenyakitParu Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit progresif menahun yang ditandai dengan keterbatasan pernapasan yaitu dispnea berhubungan dengan respon inflamasi dan terpapar polusi atau racun yang terinhalasi. Tujuan penelitian ini yaitu efektifitas kombinasi napas dalam dengan napas diafragma untuk meningkatkan Arus Puncak Ekspirasi (APE). Desain penelitian yaitu menggunakan pre post control dengan beda kelompok, sampel yang digunakan sebanyak 25 orang kontrol dan 25 orang  intervensi total 50 kresponden yang menderita PPOK. Hasil penelitian menunjukan hasi uji wilcoxon untuk grup intervensi P value< 0,05, grup kontrol P value>0,05, untuk uji man witney <0,05. Kesimpulan terapi ombinasi napas dalam dengan napas diafragma terbukti lebih efisien untuk meningkatkkan Arus Puncak Eskpirasi (APE).


 

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a chronic progressive disease characterized by respiratory limitation of dyspnea associated with inflammatory responses and exposure to pollution or toxins inhaled. The purpose of this study is the effectiveness of the combination of deep breath with diaphragm breath to increase the peak flow of expiration (APE). The research design was using pre post control with different group, the sample used was 25 controls and 25 people intervention total 50 kresponden suffering from COPD. The results showed that the test results of wilcoxon for intervention group P value <0,05, control group P value> 0,05, for man witney test <0,05. The conclusion of deep breathing omginations with diaphragmatic breath proves to be more efficient to increase the peak expiration flow  (PEF).




Keywords


Obstructive pulmonary disease (COPD); deep breath; diaphragmatic breathing; peak expiration flow (PEF)

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1022/menkes/sk/xi/2008 Tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronik Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Maranata, Daniel,. (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru 2010. Surabaya: Departemen Ilmu Penyakit Paru FK Unair-RSUD Dr. Soetomo

Dinkes Ciamis, (2014). Data Penyakit Saluran Pernapasan.

Iglesia, Fernando & et al. (2004). Peak Expiratoiy Flow Rate as Predictor of Inpatient Death in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Southern Medical Journal. 9:266-277 diakses tanggal 20 Maret 2014 dari http.//www.ncbi.nlm.gov/pmc

Fernandes, Marcelo & et al.(2011). Efficacy of diaphragmatic breathing in patients with chronic obstructive pulmonary disease. Reprints and permission:sagepub.co.uk/journalsPermissions.nav.DOI:10.1177/1479972311424296. crd.sagepub.com http:// www.pnri.go.id, diakses tanggal 14 April 2014

Potter, P, A., & Perry, A, G. (2010). Fundamental Keperawata, Jakarta: Salemba Medika

Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika

Smeltzer, S, C., & Bare, B, G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC

PDPI.(2003). Buku Pedoman PPOK. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. http.//www.academia.edu, diakses tanggal 14 April 2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office : School of Nursing Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Kompleks FKIK Gedung Siti Walidah F3 Lantai 4
Kampus Terpadu UMY
JL. Brawijaya/ Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Email : IJNP@umy.ac.id
Web : http://journal.umy.ac.id/index.php/ijnp

Creative Commons License
Indonesian Journal of Nursing Practice is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats