Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Analgetik di Kecamatan Cangkringan Sleman

Indriastuti Cahyaningsih, Chairun Wiedyaningsih, Susi Ari Kristina

Abstract


Banyaknya pilihan obat bebas golongan analgetik menyebabkan masyarakat kesulitan memilih obat yang tepat dan cenderung memilih tanpa mengetahui kesesuaian khasiat dan mutu obat dengan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan analgetik di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah eksperimental kuasi dengan One-Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengikutsertakan 33 responden. Tingkat pengetahuan diperoleh melalui pengisian kuesioner pada saat pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan sebelum penyuluhan, sedangkan post-test dilaksanakan 1 bulan setelah penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan satu kali dengan metode ceramah dan alat bantu leaflet. Uji perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dianalisis menggunakan  paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar tergolong sedang (48,48%) dan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar tergolong tinggi (84,84%). Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang analgetik yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p = 0,000) dengan kenaikan sebesar 26,36%. Disimpulkan bahwa penyuluhan dengan metode ceramah dengan alat bantu leaflet dapat meningkatkan pengetahuan tentang analgetik.

 

A large number of analgesic nonprescription drugs make people difficult to choose the right medication and tend to choose without knowing the suitability between the efficacy and quality of medicines and their diseases. This study aims to determine the effect of the education with the lecture method and leaflet toward the level of public knowledge about the use of analgesics in Cangkringan, Sleman Regency, Yogyakarta.This research was quasi-experimental research design with one-group pretest-posttest design. Sampling method was purposive sampling with 33 respondens. Level of knowledge were obtained through questionnaires at pretest and posttest. Pretest was measured right before education session, while postest was conducted a month after education session. Education session was given once with the lecture method and leaflet. The differences in the level of knowledge between before and after education session were analyzed using paired sample t-test. The results showed that the prior level of knowledge were largely classified as moderate (48.48%) and after education session most of the respondent categorised high (84.84%). The analysis showed that there was an increase as 26.36% in the knowledge about analgesics after the education session Concluded that the education with the lecture method and leaflet can improve knowledge of analgetic.


Keywords


analgesic; self-medication; education; analgetik; leaflet; pengobatan sendiri; penyuluhan

Full Text:

PDF

References


Ali A.N., Kai J.T.K., Keat C.C.,Dhanaraj S.A. Self-Medication Practice Among Health Care Profesional. Int Curr Pharmaceut J, 2012; 1 (10): 302-310

Stosic R., Dunagan F.,Palmer H., Fowler T., Adams I. Responsible Self Medication : Perceived Risk and Benefits of Over the Counter Analgetic Use. Int J Pharm Pract, 2011;19 (4): 236-245

Wilbur K., El Salam S., Mohammad E. Patient Perceptions of Pharmacist Roles in Guiding Self-Medication of Over the Counter Therapy in Qatar. Dove Press Journal : Patient Preference and Adherence. 2010; 4: 87-93

Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta. 2004; 1:103-108

Kristina S.A., Prabandari Y.S., Sudjaswadi R. Perilaku Pengobatan Sendiri Yang Rasional Pada Masyarakat Kecamatan Depok dan Cangkringan Kabupaten Sleman. Majalah Farmasi Indonesia, 2008; 19(1): 32-40

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta. 2006. p. 71-75.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. Penduduk Kabupaten Sleman, Hasil Registrasi Penduduk Pertengahan Tahun 2005, Kerjasama BPS dengan Bappeda Kabupaten Sleman. Sleman: BPS Sleman. 2005.

Azwar S. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. 2005. p. 35-46.

Worku S, Abebe G. Practice of Self-Medication in Jimma Town. The Ethiopian J Health Development. 17 (2): 111-116. 2003.

Walgito B. Pengantar Psikologi Umum. Cetakan kelima. Yogyakarta: Andi Offset. 2004. p. 105-113.

Ismiyati. Penggunaan Obat secara Bebas oleh Masyarakat di Beberapa Daerah Kota Madya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. 2000. p. 39-43.

Hidayah. Tingkat Pengetahuan serta Kebutuhan Informasi Masyarakat Kota Yogyakarta Mengenai Penyakit Epilepsi. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. 2005 . p. 45.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Office:
Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Gedung G1 (Biomedik) Lantai Dasar, FKIK UMY, Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
Jalan Brawijaya (Lingkar Selatan), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm - E-mail: jmmfkik@umy.ac.id

Creative Commons License
MMJKK is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.