SF-36 sebagai Instrumen Penilai Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis (TB) Paru

Seshy Tinartayu, Bambang Udji Djoko Riyanto

Abstract


Short Form-36 (SF-36) merupakan instrumen baku untuk menilai kualitas hidup kasus penyakit kronis. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah kesehatan dunia karena merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas dengan kematian berkisar 1 juta jiwa setiap tahunnya dan Indonesia ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia (WHO, 2009). Penggunaan SF-36 pada kasus tuberkulosis belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  kesesuaian SF-36 sebagai penilai kualitas hidup penderita tuberkulosis (TB) paru. Metode penelitian deskriptif analitik. Data diperoleh dari hasil wawancara langsung pada penderita TB paru. Hasil penelitian menunjukkan 54 orang penderita TB paru terbanyak laki-laki (53,7%), kelompok umur terbanyak usia produktif 16-29 tahun (46,3%). Mayoritas pendidikan menengah kebawah, 72,2% tidak bekerja, dan status gizi mayoritas kurang. Rerata nilai total kualitas hidup pada awal dan setelah terapi fase intensif mengalami peningkatan (43,58 menjadi 76,76). Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai p disemua dimensi SF-36 adalah 0,001 sehingga p < 0,05, artinya terdapat perbedaan kualitas hidup pasien TB paru pada awal dengan akhir terapi OAT fase intensif. Kesimpulan penelitian adalah SF-36 dapat digunakan sebagai instrumen penilai kualitas hidup pasien tuberkulosis (TB) paru.

Short Form-36 (SF-36) is a standard instrument for assessing quality of life of chronic disease cases. Tuberculosis (TB) is a chronic disease and Indonesia has fifth rank with the highest TB burden in the world (WHO, 2009). Use of SF-36 in the case of tuberculosis has not been done. The purpose of this study was to determine the suitability of the SF-36 quality of life as assessor for tuberculosis. Descriptive analytic method. Data obtained from interviews directly in pulmonary tuberculosis patients. The results showed 54 patients most of them are men (53.7%), the largest age group of productive age of 16-29 years and having middle education, did not work, the nutritional status of the majority less. The mean value of the total quality of life at baseline and after the intensive phase of treatment has increased. Statistical calculation results obtained by value p in all dimensions of the SF-36 is 0,001, there is a difference in the quality of life of patients with pulmonary tuberculosis at the beginning of the end of the intensive phase of treatment. Conclusion of the study is the SF-36 can be used as an instrument appraiser quality of life of patients of tuberculosis.

Keywords


SF-36; Quality of Life; pulmonary tuberculosis; Kualitas Hidup; TB paru

Full Text:

PDF

References


WHO. Treatment of Tuberculosis Guidelines. Edisi 4. Geneva: World Health Organization. 2009.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Jawa Barat. 2012. www.depkes.go.id

Kementerian Kesehatan RI. Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi Kesehatan Provinsi Jawa Barat. 2013. www.depkes.go.id

Guo Na, Marra Fawziah, Marra Carlo. Measuring Health-Related Quality of Life in Tuberculosis: A Systematic Review. Health qulity of life outcomes. Biomed central. 2009.

Rajeswari R., Muniyandi M., Balasubramanian., Narayanan P.R. Perceptions of Tuberculosis Patients about Their Physical, Mental and Social Well-Being: a Field Report from South India. Social Science & Medicine, 2005; 60: 1845-1853.

Robert, S. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Penderita Penyakit Parkinson di Poliklinik Saraf RS dr Kariadi. Tesis, Semarang: Program Pascasarjana Magister Ilmu Biomedik dan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Saraf UNDIP. 2007.

WHO. WHOQOL Measuring Quality of Life. Programme on Mental Health. Division of Mental Health and Prevention of Substance Abuse, Word Health Organization. 1997.

Ware, J. SF-36 Health Survey (Version 1.0) for use in Australia. Australian Health Outcomes Collaboration (AHOC). University of Wallongong. 2005.

Marra A.C., Marra F., Cox V., Palepu A., Fitzgerald J. Factors Influencing Quality of Life in Patients with Active Tuberculosis. Health and Quality Life Outcome. Biomed central. 2004: 1-10

Abhishek, B. & Smita, S. Study of Impact of Antitubercular Therapy on Quality of Life. Indian J Med Scie, 2013; 66 (3 and 4).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office:
Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Gedung G1 (Biomedik) Lantai Dasar, FKIK UMY, Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm - E-mail: jmmfkik@umy.ac.id