Analisis Efektivitas Terapi dan Biaya antara Haloperidol Kombinasi dengan Risperidon Kombinasi pada Terapi Skizofrenia Fase Akut

Imaniar Ranti, Andi Fauziyar Octaviany, Sekar Kinanti

Abstract


Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dengan perjalanan penyakit terdiri dari fase akut, fase stabilisasi dan fase stabil. Pemilihan terapi yang tepat pada fase akut akan mempengaruhi prognosis pasien. Penggunaan antipsikotik haloperidol dan risperidon saat ini menjadi pilihan untuk terapi farmakologi skizofrenia. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas terapi dan biaya antara haloperidol kombinasi dengan risperidon kombinasi pada terapi skizofrenia fase akut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain pretest-posttest, non randomised, prospective, dan open label. Total sampel 40 pasien skizofrenia fase akut di RSJ. Ghrasia Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis efektivitas terapi menggunakan nilai PANSS-EC dan analisis efektivitas biaya menggunakan diagram efektivitas biaya. Hasil penelitian nilai PANSS-EC post-terapi pada uji statistik Mann-Whitney antara kedua kelompok didapatkan nilai p=0.711 yang bearti tidak terdapat perbedaan efektivitas terapi secara statistik. Hasil analisis biaya rata-rata yang dibutuhkan pasien pada kelompok haloperidol kombinasi adalah Rp 11.186,95 ± Rp 1.163,970, sedangkan kelompok risperidon kombinasi adalah Rp 31.191,40 ± Rp 8.545,114 yang dengan uji statistik Mann-Whitney didapatkan nilai p=0.010 yang bearti haloperidol kombinasi lebih cost-effective dibanding risperidon kombinasi. Disimpulkan bahwa efektivitas terapi kombinasi haloperidol kombinasi sama dengan risperidon kombinasi, tetapi terapi haloperidol kombinasi lebih cost-effective dibanding risperidon kombinasi.

Schizophrenia is a severe mental disorder that consists of three phase, there are acute phase, stabilization phase and stable phase. Selection of appropriate therapy in the acute phase will affect the patient's prognosis. The use of antipsychotic haloperidol and risperidone is a choice for pharmacological treatment of schizophrenia now. This study was conducted to assess the therapeutic and cost effectiveness between haloperidol combination with risperidone combination therapy of acute-phase schizophrenia. This study was an observational study with a pretest-posttest design, non-randomized, prospective, and open label. Total sample is 40 acute phase schizophrenia patients in the Ghrasia Psychiatric Hospital Yogyakarta, who meet inclusion and exclusion criteria. Analysis of therapeutic effectiveness using the PANSS-EC instrument and cost-effectiveness analysis using diagrams of cost effectiveness. The result of therapeutic effectiveness analysis were no statistically significant differences in PANSS-EC score post-treatment between two groups (p value = 0.711). The results of the cost-effectiveness analysis of the average cost in the haloperidol combination is Rp 11.186,95 ± Rp 1.163,970, while the risperidone combination is Rp 31.191,40 ± Rp 8.545,114. Based on the Mann-Whitney test (p value = 0.010 ), it’s mean significant difference between the cost of Haloperidol combination therapy and Risperidone combination therapy. Concluded that the therapeutic effectiveness of haloperidol combination with risperidone combination is same, but the combination of haloperidol therapy is more cost-effective than risperidone combination.


Keywords


Schizophrenia; Haloperidol combination therapy; Risperidone combination therapy; Therapeutic and Cost effectiveness; Skizofrenia; Haloperidol kombinasi; Risperidon kombinasi; Efektivitas terapi dan biaya

Full Text:

PDF

References


Hawari, D. Pendekatan Holistik pada Gangguan Jiwa Skizofrenia. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007.

Arif, IS. Skizofrenia. Bandung: PT.Refika Aditama. 2006.

Reverger, MJ. Perbandingan Performa Fungsi Pasien Skizofrenia yang Mendapat Terapi Tunggal dengan Terapi Kombinasi Antipsikotika di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (Periode Desember 2011-Mei 2012). Tesis FKUI. 2012.

Melatiani, Sutrisna, E., & Azizah, T. Analisis Biaya pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap di Rumah Sakit “X” Surakarta tahun 2012. Karya Tulis Ilmiah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. 2013.

Dipiro, J.T., Wells, B.G., Schwinghammer, T.L., & Dipiro, C.V. Pharmacotherapy handbook. (7th ed.). New York: McGraw-Hill Medical. 2009.

Fahrul, M,A., & Faustine, I. Rasionalitas Penggunaan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Jiwa RSD Madani Provinsi Sulawesi Tengah periode Januari-April 2014. Online Jurnal of Natural Science, 2014; 3(2): 18-29.

Irwan, M., Fajriansyah, A., Sinuhadji. B., & Indrayana, M. Penatalaksanaan Skizofrenia. Riau: Fakultas Kedokteran Riau. 2008.

Lesmanawati, D.A.S. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Terapi Antipsikotika pada Pasien Skizofrenia di Instalansi Rawat Inap RSJ Grhasia Yogyakarta. Karya Tulis Imiah strata dua, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. 2012.

Jarut, Yulia Maria, Fatimawali Fatimawali, and Weny I. Wiyono. TinjauanPenggunaan Antipsikotik pada Pengobatan Skizofrenia di Rumah Sakit Prof. Dr. VL Ratumuysang Manado Periode Januari 2013-Maret 2013. Pharmacon, 2013; 2.3 : Manad.

Kay S. R., & Singh M. M. The Positive-Negative Distinction in drug free schizophrenia patients. Arch Gen Psychiatry, 1998; 46 (8): 711–718

Davis J. M., Chen N., & Glick I. D. A Meta-Analysis of the Efficacy Of Second-Generation Antipsychotics. Arch Gen Psychiatry, 2003; 60 (6): 553–564

Perwitasari, D. A. Kajian Pengunaan Atypical Antipsychoticc dan Conventional Antipsychotic pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta. Lembaga Penelitian dan Pengembangan UAD Yogyakarta. 2008.

Wijono, R., Nasrun, M. W., & Damping, C. E. Gambaran dan Karakteristik Penggunaan Triheksifenidil pada Pasien yang Mendapat Terapi Antipsikotik. J Indon Med Assoc, 2013; 63 (1): 14-20.

Nevid, J.S., Rathus, S.A. & Greene, B. Psikologi Abnormal. (5th ed.). Jakarta: Erlangga. 2005.

Sinaga, BR. Skizofrenia dan Diagnosis Banding. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007.

Lindenmayer JP, Bossie CA, Kujawa M, Zhu Y, Canuso CM. Dimensions of Psychosis in Patients With Bipolar Mania as Measured by the Positive and Negative Syndrome Scale. Psychopathology, 2008; 41 (4): 264–270.

Vishnu Fahlian. The Difference of Frequency of Young Age and Old Age Schizophrenia’s Patients on May 2010–May 2011 At Grhasia Hospital Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah, Universitas Islam Indonesia. 2011. Http://www.academia.edu/6929569

Montoya, A., Valladares, A., Lizan, L., San, L., Escobar, R., & Paz, S. Validation of The Excited Component of the Poositive and Negative Syndrome Scale (PANSS-EC) in a Naturalistic Sample of 278 Patients with Acute Psychosis and Agitation in a Psychiatric Emergency Room. Health and Qual Life Outcomes, 2011; 9: 18.

Leucht, S., Komossa, K., Rummel-Kluge, C., Corves, C., Hunger, H., Schmid, F., Davis, J. M. A Meta-Analysis of Head-to-Head Comparisons of Second-Generation Antipsychotics in the Treatment of Schizophrenia. Am J Psychiatry, 2009. 166 (2): 152-163.

Stahl, S.M. Describing an atypical antipsychotic: receptor binding and its role in pathophysiology. Prim Care Companion J Clin Psychiatry, 2003; 5 (3): 9-13.

Wu EQ, Birnbaum HG, Shi L, Ball DE, Kessler RC, Moulis M, Aggarwal J. The Economic Burden of Schizophrenia in the United States in 2002. J Clin Psychiatry. 2005; 66 (9): 1122-9.

Amelia, D. R. & Anwar, Z. Relaps pada pasien skizofrenia. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2013; 1 (1): 53-65.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Office:
Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Gedung G1 (Biomedik) Lantai Dasar, FKIK UMY, Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm - E-mail: jmmfkik@umy.ac.id