Penatalaksanaan Kausatif untuk Memperbaiki Fungsi Ginjal Penderita Myeloma Multiple

Prasetio Kirmawanto

Abstract


Gangguan fungsi ginjal adalah salah satu komplikasi pada myeloma multiple (MM), suatu keganasan sel plasma. Penurunan laju filtrasi glomerulus/Glomerulus Filtration Rate (GFR) terjadi hingga 50% pasien baru terdiagnosa MM dan 9% memerlukan dialysis. Gagal ginjal penderita MM disebut ginjal myeloma dengan penyebab kompleks, akibat langsung maupun tidak langsung dari MM serta dari pengobatan keluhan MM. Laporan ini memaparkan pengelolaan kasus MM dengan faktor penyulit gangguan fungsi ginjal. Lakilaki 48 tahun dengan keluhan utama nyeri punggung sejak satu bulan, didiagnosa mieloma multipel disertai komplikasi ginjal mieloma. Kriteria Durie dan Salmon tingkat penyakit Stadium IIIB. Penatalaksanaan kausatif dengan regimen melphalan dan prednison, khemoterapi konvensional untuk MM. Regimen kemoterapi kombinasi tidak dipilih karena pertimbangan gangguan fungsi ginjal. Penatalaksanaan penurunan fungsi ginjal dengan memperbaiki status hidrasi, menghentikan pemberian obat nefrotoksik dan pemberian diet cukup protein. Terapi pendukung pemberian Bonefos untuk memperlambat proses osteolitik. Anemia diawal perawatan (Hb: 6 g/dL) diperbaiki dengan transfusi Packet Red Cell. Pasien dirawat 21 hari, menjalani satu kali khemoterapi terjadi perbaikan fungsi ginjal, diawal perawatan GFR: 18.45 mL/min menjadi 26.72 mL/min diakhir perawatan. Pasien direncanakan khemoterapi 6 seri interval 28 hari. Penatalaksanaan kausatif kasus ini memberikan hasil yang baik, keluhan nyeri dirasakan sudah sangat berkurang dan fungsi ginjal relatif membaik.

Keywords


multiple myeloma; myeloma kidney; Durie-Salmon,; Glomerulus Filtration Rate; mieloma multipel; ginjal mieloma; Durie-Salmon; Glomerulus Filtration Rate

Full Text:

PDF

References


Hoffbrand AV, Moss PA., Pettit J. Multiple Myeloma and Related Disorder. In: Essential Haematology. Australia: Blackwell publishing; 2007. p. 216–23.

Kyle R., Rajkumar S. Multiple Myeloma. N Engl J Med, 2004; 351: 1860-1873

Li J, Zhou D-B, Jiao L, Duan MH, Zhang W, Zhao YQ, et al. Bortezomib and Dexamethasone Therapy for Newly Diagnosed Patients with Multiple Myeloma Complicated by Renal Impairment. Clin Lymphoma Myeloma. 2009; 9 (5): 394–8.

Katzel JA, Hari P, Vesole DH. Multiple myeloma: Charging toward A Bright Future. CA Cancer J Clin. 2007; 57 (5): 301–18.

Bakta S. Gamopati Monoklonal. in: Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2007. p. 220–1.

Dave S., Dunbar C. Multiple Myeloma. In: Bethesda Handbook of Clinical Haematology 2nd edition. Griffin, P.R., Neal, S.Y. New York: Lippincott William and Wilkins; 2009. p. 217–25.

Rajkumar SV. Multiple Myeloma: 2011 Update on Diagnosis, Risk-Stratification, and Management. Am J Hematol. 2011; 86 (1): 57–65.

Longo D., Anderson K. Plasma Cell Disorders. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th edition. Jean D. USA: McGraw-Hill; 2005.

Dispenzieri A, Lacy M., Greipp P. Multiple Myeloma. In: Wintrobe’s clinical Haematology 12th edition. John, P.G., John, F., George, M.R., et . Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2007. p. 2377–418.

Lonial S. Diagnosis and Staging [Internet]. Multiple Myeloma Research Foundation. 2005 [cited 2017 Jan 23]. Available from: https://www.themmrf.org/multiple-myeloma/diagnosis/

Syahrir M. Myeloma Multiple dan Penyakit Gamopati Lain. In: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi kelima jilid II. Aru W Sudoyo, Bambang Setyohadi, Idris Alwi, Marcellius Simadibrata,Siti Setiati. Jakarta: Interna publishing FK UI; 2009.

Leung N, Rajkumar S., Kaplan AA. Treatment of Renal Failure in Multiple Myeloma. UpToDate. 2008; 16 (3).

Richardson P, Hideshima T, Anderson K. Multiple Myeloma and Related Disorder. In: Clinical Oncology 3rd Edition. Martin, D.A., James, O.A., John, E.N., Michael, B.K. Elsevier, Churchill Living Stone; 2004. p. 2961–9.

Woo S-B. Systematic Review: Bisphosphonates and Osteonecrosis of the Jaws. Annals of Internal Medicine. 2006; 144 (10): 753.

Black DM, Delmas PD, Eastell R, Reid IR, Boonen S, Cauley JA, et al. Once-Yearly Zoledronic Acid for Treatment of Postmenopausal Osteoporosis. New England Med. 2007 May 3;356(18):1809–22.

Heckbert SR, Li G, Cummings SR, Smith NL, Psaty BM. Use of Alendronate and Risk of Incident Atrial Fibrillation in Women. Arch Intern Med, 2008; 168 (8): 826–31.

Cummings SR, Schwartz AV, Black DM. Alendronate and Atrial Fibrillation. New England J Med, 2007 May 3;356(18):1895–6.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Jakarta: Departemen Kesehatan; 2000. 323-324 p.




DOI: https://doi.org/10.18196/mmjkk.v17i1.3683

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


      

Editorial Office:
Journal Room, G1 (Biomedic) Building, Ground Floor, Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 
Jalan Lingkar Selatan (Brawijaya), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
WA : +62 811-2650-303
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm 
E-mail: mmjkk@umy.university

Creative Commons License
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats