Hubungan Faktor Genetik dan Gaya Hidup dengan Astigmatisma pada Anak

Yunani Setyandriana, Nur Shani Meida, Ahmad Ikliludin, Amalia Nindya Ayuputri

Abstract


Astigmatisma merupakan kelainan refraksi akibat bentuk kornea atau lensa yang tidak teratur, yang sering terjadi pada anak usia sekolah. Hingga saat ini penyebab astigmatisma belum diketahui walaupun faktor genetik dan gaya hidup diduga berperan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor genetik dan gaya hidup dengan astigmatisma pada anak. Penelitian dilakukan di RS JIH dan PKU Muhammadiyah Gamping, dari bulan Januari hingga Desember 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik-observasional dengan metode potong lintang. Didapatkan sampel sebanyak tujuh puluh enam anak, yang kemudian dilakukan pemeriksaan virus dan mengisi kuesioner tentang faktor genetic dan gaya hidup pasien. Data dianalisis menggunakan Uji Regresi Linear Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor genetik dan gaya hidup dengan astigmatisma pada anak. Faktor genetik merupakan faktor yang paling berhubungan dengan astigmatisma pada anak (p=0,003, 95% CI for B=0,52-1,18) dibandingkan dengan faktor gaya hidup yaitu kebiasaan menggunakan gadget (p=0,015, 95% CI for B= 0,50-1,01), kebiasaan membaca (p=0,204, 95% CI for B= -0,49-0,46), dan kebiasaan menonton televisi lebih dari dua jam sehari (p=0,211, 95% CI for B= -0,55-0,25).


Keywords


Faktor Genetik; Gaya Hidup; Astigmatisma; Anak

Full Text:

Download Article

References


Wardani R. 2015. Diambil kembali dari RS Permata Cibubur:http://www.rspermatacibubur. com/kelainan-penglihatan- refraksi-pada-anak/

Hashemi H, Rezvan F, Yekta AA, Hashemi M, Norouzirad R, Khoub MK. The Prevalence of Astigmatism and Its Determinants in Rural Population of Iran: The "Nooravaran Salamat" Mobile Eye Clinic Experience. Middle East Afr J Ophthalmology, 2014; 21 (2): 175-181.

Gupta M. & Vats V. Profile of Astigmatism in School Going Children at Stage Level Hospital in Uttarakhand. International J Res Med Sci, 2016; vol 4 (no 1):156-159.

Wolffshon JS, Bhogal G. & Shah S. Effect of Uncorrected Astigmatism on Vision. JCRS, 2011; 37 (3): 454-460.

Dirani M, Islam A, Shekar SN, Baird PN, Singh K. & Prince M. Dominant Genetic Effects on Corneal Astigmatism: The Genes in Myopia (GEM) Twin Study. Invest Ophthalmol Vis Sci, 2008; 49 (4): 1339-44.

Read SA, Collins MJ, Carnei LG. A Review of Asigmatism and Its Possible Genesis. Clin Exp Optom, 2007; 90 (1): 5-19. .

Noor F. Pengaruh Intensitas Menggunakan Game Online terhadap Kejadian Astigmatisma pada Mata Anak. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2012. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/5762?show=full

Komariah C. & Wahyu N. 2014. Hubungan Status Refraksi, dengan Kebiasaan Membaca, Aktivitas di Depan Komputer, dan Status Refraksi Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 2014; 28 (2): 137-140.

Marasini, S. (2014). Pattern of Astigmatism in a Clinical Setting in Maldives. Departemen of Phtalmology, University of Ackland.

Munir J. Pengaruh Interaksi Komputer Terhadap Progresivitas Miopi dan Astigmatisme. Tesis FK UMY. 2010.

American Optometric Association. Astigmatism. Diambil kembali dari American Optometric Association. 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.18196/mm.180216

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Office:
Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Gedung G1 (Biomedik) Lantai Dasar, FKIK UMY, Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm - E-mail: jmmfkik@umy.ac.id

Creative Commons License
MMJKK is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.