Efektifitas Antibiotik Golongan Sefalosporin dan Kuinolon terhadap Infeksi Saluran Kemih

Aviv Triono, Akhmad Edy Purwoko

Abstract


Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. jika tidak diterapi dengan baik, ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi ascenden dan dapat menyerang organ ginjal. Pengobatan infeksi saluran kemih menggunakan antibiotik. Antibiotik yang digunakan untuk terapi ISK diantaranya adalah antibiotik golongan sefalosporin dan kuinilon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara penggunaan antibiotik golongan sefalosporin dibandingkan golongan kuinolon pada kasus infeksi saluran kemih berdasarkan lama perawatan di bangsal rawat inap RS Kabupaten Tegal. Desain penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Subyek penelitian adalah data sekunder berupa rekam medik pasien rawat inap dengan diagnosis infeksi saluran kemih yang menggunakan pengobatan antibiotik golongan sefalosporin dan golongan kuinolon di Rumah Sakit. Jumlah sampel tiap kelompok adalah 42 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa lama perawatan ISK menggunakan terapi antibiotik golongan sefalosporin 4.57 ± 2.07 hari, dan lama perawatan menggunakan antibiotik golongan kuinolon 3.95 ± 1.51 hari. Kedua kelompok perbedaaan tidak bermakna ditunjukkan dengan uji statistik Mann whitney ( p>0.05). Disimpulkan bahwa efektivitas lama perawatan pasien ISK dengan antibiotik golongan sefalosporin dan kuinolon tidak ada perbedaan yang bermakna.

Urinary tract infection (UTI) is a common term which usually use to represent that there is an invasion of the microorganism in urinary tract. If it does not been treated well, UTI will cause complication like ascenden infection and it can make kidney failure. The therapy for UTI used antibiotic. Antibiotic which used to treat UTI are cephalosporin and quinolon. The study aims to determine the effectiveness between cephalosporin group of antibiotic use compared the quinolone group in the case of urinary tract infection based on duration of treatment in hospital Tegal. The design is an observational study with case control approach. The subjects are a secondary data from medical record of the hospitalization patients with urinary tract infection as their diagnose who have been treated by antibiotic with cephalosporin and quinolon group. The number of the samples for every group are 42 samples. The result of this research showed the duration for UTI treatment use cephalosporin is 4.57 ± 2.07 days and the duration for UTI treatment use quinolon is 3.95 ± 1.51 days. From aboth of that group show there is no significance value which it is showed by Mann Whitney (p>0,05). It was concluded that the effective duration for UTI therapy among cephalosporin with quinolon there is no significance difference.


Keywords


infeksi saluran kemih; sefalosporin; kuinolon; urinary tract infection; cephalosporin; quinolon

Full Text:

PDF

References


Purnomo, B. Dasar-dasar Urology (2nd. ed.). Jakarta. 2003.

Alatas H. Hot Topics in Pediatrics. Dalam: Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan. Ilmu Kesehatan Anak XIV FK UI. Jakarta: FK UI. 2000.

Schaeffer AJ. Infeksi Saluran Kemih: Sistitis dan Pielonefritis. Dalam: Samik AW, Trans. Schulman ST, Phair JP, Sommers HM. Eds. Dasar Biologi dan Klinis Penyakit Infeksi; edisi ke 4. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.: 244-59. 1995.

Samirah, Darwati, Windarwati dan Hardjoeno, Pola dan Sensitivitas Kuman di Penderita Infeksi Saluran Kemih, Ind J Clin Pathol Med Lab. 2006; 12 (3): 110-13.

Mims, C., Dockrell, H., Goering, R., Roitt, I., Wakelin, D., Zuckerman, M., Medical Microbiology, (3rd ed.). New York: 2004. p. 241-247.

Setiabudi, R. dan Gan, V.H.S. Pengantar Antimikroba dan Farmakologi dan Terapi, Bagian Farmakologi Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta: FK UI. 1995.

Katzung, B. G. Farmakologi Dasar dan Klinik, (4th ed), (Anwar Agoes). Palembang. 1998.

Sastroasmoro, S., Suseno, U., Pakaya, R.S., Soebijanto, N., Penggunaan Siprofloksasin di Indonesia. Kajian Health Technology Assestment. 2005. Available from: http://www.yanmedik-depkes.net/hta/hasil%20kajian.htm.

Fourcroy, J.L., Berner, B., Chiang, Y., Cramer, M., Rowe, L., Shore, N., et al. Efficacy and Safety of a Novel Once-Daily ExtendedRealese Ciprofloxacin Tablet Formulation for Treatment of Uncomplicated Urinary Tract Infection in Women. Antimicrob Agents and Chemotherapy; 2005. 49 (10): 4137–4143.

Maharia, M.G. Perbandingan Potensi Siprofloksasin dan Seftriakson Terhadap Escherichia Coli di Yogyakarta, karya tulis ilmiah strata satu. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Office:
Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Gedung G1 (Biomedik) Lantai Dasar, FKIK UMY, Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
Jalan Brawijaya (Lingkar Selatan), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm - E-mail: jmmfkik@umy.ac.id

Creative Commons License
MMJKK is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.