MONITORING TEKANAN GAS MEDIS PADA INSTALASI GAS MEDIS RUMAH SAKIT

Nur Hudha Wijaya, Bambang Untara, Intivada Khoirunnisa

Abstract


Faktor pendukung dalam kesehatan pasien di Rumah Sakit diataranya gas medis, gas harus bersih dan memiliki kemurnian tinggi dan tekanan yang stabil. Selama ini Rumah Sakit masih menggunaan regulator gas medis konvensional, dimana kran regulator tersebut pada saat dibuka, langsung menunjukkan ukuran tekanan gas yang ada dalam isi tabung belum terkandung  informasi low and high pressure sehingga perawat masih menggunakan ilmu kira-kira untuk menentukan bahwa gas tersebut sudah habis atau melemahnya tekanan gas. Dengan kondisi tersebut, dirancang alat monitoring tekanan instalasi gas medis digital yang berfungsi melakukan pemantauan gas medis yang dapat menunjukkan informasi indikator low and high pressure yang tertampil pada layar LCD dengan petanda suara buzzer. Alat ini bekerja dengan cara memonitor tekanan pada tabung gas medis yang memanfaatkan sensor tekanan MPX5700 yang dikontrol oleh sistem mikrokontroller ATMega8. Dengan alat monitoring tekanan gas medis digital ini di ujikan dengan tekanan 300kPa di dapatkan rata-rata 286,6 dengan simpangan 13,4 dan error 4,46%, dengan tekanan 400 kPa di dapatkan rata-rata 396,75 dengan simpangan 3,25 dan error 0,81%, dengan tekanan 500 kPa didapatkan rata-rata 491,95 dengan simpangan 8,05 dan error 1,61%, dengan tekanan 550 kPa di dapatkan rata-rata 539,75 dengan simpangan 10,25 dan error 1,86%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut alat tekanan gas medis dapat digunakan untuk tekanan 0 – 550 kPa, artinya alat dapat bekerja dengan baik.

Full Text:

PDF

References


D. R. Wijaya, R. Sarno, and E. Zulaika, “Gas concentration analysis of resistive gas sensor array,” 2016 Int. Symp. Electron. Smart Devices, ISESD 2016, pp. 337–342, 2017.

P. M. K. R. I. N. 4 T. 2016, “Penggunaan Gas Medik Dan Vakum Medik Pada Fasilitas,” 2016.

S. W. Su, L. Wang, B. G. Celler, and A. V Savkin, “Hammerstein Model,” vol. 55, no. 5, pp. 3427–3430, 2006.

D. A. N. V. Medik, “Sistem Instalasi Gas Medik,” pp. 1–73, 2012.

B. Latif, Zaini Wahjudi, Arif Sudarmanta, “Rancang Bangun Sistem Pengukuran Pada Alat Kalibrasi Sensor Gas Oksigen ( O 2 ),” vol. 1, no. 2, 2014.

P. Ramli and Elvaswer, “DETEKTOR GAS OKSIGEN DARI BAHAN SEMIKONDUKTOR TiO2 DOPING CuO,” Univ. Andalas, vol. 8, no. 1, pp. 28–37, 1979.

S. Madrolle, P. Grangeat, and C. Jutten, “Dual-temperature mode for quantitative analysis of gas mixtures with MOX sensor,” ISOEN 2017 - ISOCS/IEEE Int. Symp. Olfaction Electron. Nose, Proc., no. 2, pp. 2–4, 2017.

K. A. Rodianta, H. B. G. Irianto, and A. C. Guyton, “Seminar Tugas Akhir Juni 2015 OXYGEN ANALYZER,” pp. 1–8, 2015.

T. Rukmawan, H. G. Ariswati, I. D. Gede, and H. Wisanaf, “Seminar Tugas Akhir Juni 2015 AUTOMATIC TISSUE PROCESSOR TAHAP CLEARING,” pp. 1–15, 2015.

F. Semiconductor, “Freescale Semiconductor Integrated Silicon Pressure Sensor On-Chip Signal Conditioned , Temperature Compensated and Calibrated,” 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Our Office

Program Studi D3 Teknik Elektromedik

Program Vokasi

Gedung D Lantai Dasar, Kampus Terpadu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, 55183

Telp : (0274) 387656, Ext : 455
Fax : (0274) 387646
WA : +62 813-2871-3795 (Managing Editor)
Email : mt@umy.ac.id

website : http://journal.umy.ac.id/index.php/mt