ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BELANJA MODAL, PENDAPATAN ASLI DAERAH, KEMANDIRIAN DAERAH DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

Dina Apriana, Rudy Suryanto

Abstract


Effective fiscal decentralization carried out since 10 years ago, one side gives greater authority in managing the area, but on the other side raises new problems. This is because the level of fiscal readiness of different areas. Increased authority possessed by local governments is expected to increase the independence of the region by maximizing the potentials in order to stimulate economic growth. This study aims to test how much capital expenditure and regional own revenue affect regional sufficiency and economic growth. This research obtained the result that capital expenditures did not significantly affect the regional sufficiency, while regional own revenue has a positive and significant impact on regional sufficiency. This research also obtains the results that capital expenditure, regional own revenue, and regional sufficiency did not significantly influence economic growth.


Keywords


Capital Expenditure; Regional Own Revenue; Regional Sufficiency and Economic Growth

Full Text:

Download Article

References


Abdullah, Syukriy. 2008. Beda Belanja Barang dgn Belanja Modal.http://syukriy. wordpress.com/2008/09/15/beda-belanja- barang-dgn-belanja-modal/

Adi, Priyo Hari. 2005. "Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Studi pada Kabupaten dan Kota Se Jawa Bali)", Jurnal Studi Pembangunan KRITIS. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.

Arsyat, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Edisi Pertama. BPFE. Yogyakarta.

Fauziyah. 2009. Pengantar SEM. Modul Pelatihan FE UMY. Tidak dipublikasikan.

Fitriyanti, Ismi rizki. 2009. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Pembangunan terhadap Rasio Kemandirian dan Pertumbuhan Ekonomi. Tidak Terpublikasi.

Harianto, David dan Priyo Hari Adi. 2007. "Hubungan antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah dan pendapatan Per Kapita", Makalah Simposium Nasional Akuntansi X, Makassar.

Halim, abdul. 2004. Akuntansi Keuangan daerah, Edisi Revisi. Salemba Empat. Jakarta.

Kuncoro, Mudrajat. 2002. Otonomi dan Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Airlangga. Jakarta.

Mardiasmo. 2002. "Otonomi daerah sebagai upaya memperkokoh basis perekonomian daerah", Jurnal Ekonomi Rakyat, Artikel Th. I No.4 Juni 2002. Jakarta.

---------------. 2002. Otonomi dan Manajemen keuangan Daerah. Andi offset, Yogyakarta.

Nanga, Muana. 2005. "Analisis Posisi Fiskal Kabupaten/Kota di NTT : Adakah Posisi Fiskal Lebih Baik", Jurnal Studi Pembangunan KRITIS. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

---------.Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000, tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Saragih, Juli Panglima. 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi. Ghalia Indonesia.

Sidik, Machfud. 2002. "Optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rangka Meningkatkan kemampuan Keuangan Daerah", Orasi Ilmiah. Yogyakarta.

Susilo, Gideon Tri Budi dan Priyo Hari Adi. 2007. "Analisis Kinerja Keuangan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah", Konferensi Penelitian Akuntansidan Keuangan Sektor Publik Pertama. Surabaya.

Wong, John D. 2004. "The Fiscal Impact of Economic Growth and Development on Local Government Capacity", Journal of Publict Budgeting, Accounting and Financial Management, p. 413-423.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Office:
Ruang Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY
Gedung Ki Bagus Hadikusuma (E4) Lantai 2, Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Jalan Brawijaya (Lingkar Selatan), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, 55183
Website: journal.umy.ac.id/index.php/ai - E-mail: jai@umy.ac.id

Journal of Accounting and Investment is licensed underĀ Creative Commons Attribution Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License

View My Stats