Modulus Elastisitas dan Karakteristik Marshall Struktur Beton Aspal dengan Serbuk Kulit Manggis Sebagai Pengganti Agregat Halus

Authors

  • Dian M. Setiawan Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta https://orcid.org/0000-0002-1947-3559
  • Muhammad Daffa Dakhilullah Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Lavina Ngesti Bintari Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Universitas Gadjah Mada
  • Wahyu Widodo Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.18196/bce.v5i1.26084

Keywords:

KENPAVE, Marshall, Modulus Elastisitas, Serbuk Kulit Manggis

Abstract

Keberadaan jaringan jalan yang memadai dan berkualitas baik dapat membantu memperkecil kesenjangan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Salah satu material jalan yang cukup sering digunakan di Indonesia yaitu aspal beton. Material alternatif berupa serbuk kulit manggis digunakan pada studi ini sebagai pengganti agregat halus dengan ukuran butir lolos saringan No. 50 dan tertahan saringan No. 100 pada struktur beton aspal lapisan AC−WC (Asphalt Concrete Wearing Course). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengujian Marshall, menghitung nilai modulus elastisitas, dan menganalisis karakteristik tegangan-regangan menggunakan pendekatan program KENPAVE. Kadar aspal yang digunakan adalah kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% yang diperoleh dari serangkaian pengujian dengan memvariasikan kadar aspal sebesar 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dengan jumlah sampel sebanyak 2 benda uji untuk setiap variasi kadar aspal. Pengujian Marshall dengan pengganti agregat halus serbuk kulit manggis menggunakan 5 variasi kadar yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dengan jumlah benda uji sebanyak 3 benda uji untuk setiap kadar serbuk kulit manggis. Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa variasi kadar serbuk manggis yang memenuhi spesifikasi terdapat pada variasi kadar 0% dan 25%. Berdasarkan hasil analisis perhitungan modulus elastisitas didapatkan nilai tertinggi terdapat pada kadar 0% benda uji 2 sebesar 546.701,73 psi. Sedangkan hasil analisis menggunakan program  KENPAVE  didapatkan nilai horizontal tensile strength sebesar 0,02102 dan vertical compressive strain sebesar 0,07875 serta umur rencana jalan selama 12,7 tahun.

References

Baskoro, I. A. S. A.,2016,Mini–Mobile Asphalt Mixer (Alat PencampurPasirdan Aspal Panas Skala Kecil yang Dapat Dipindah–Pindahkan). RISTEK: Jurnal Riset, Inovasi Dan Teknologi Kabupaten Batang, 1(1), 105–108.

Dinata, D. I., Rahmawati, A., Setiawan, D. M., 2017, Evaluasi Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode Analisa Komponen Dari Bina Marga 1987 Dan Metode Aashto 1993 Menggunakan Program Kenpave (Studi Kasus: Jalan Karangmojo-Semin Sta 0+000 sampai Sta 4+050), Jurnal Semesta Teknika, 20(1), 8–19. DOI: https://doi.org/10.18196/st.v20i1.2723

Direktorat Jenderal Bina Marga,2018,Spesifikasi Umum 2018 Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 02/SE/Db/2018, Revisi 2, 6.1-6.104.

Kementerian Pertanian, 2020,Statistik Hortikultura.

Mukti, N. I., Prasetyo, I., Mindaryani, A.,2015,Preparation of Carbon Supported Cobalt Oxide From Waste of Mangosteen Peels as Ethylene Scavanger for Fruit Preservation. Reaktor, 15.

Mulyawan, A., Saleh, S. M., Anggraini, R., 2019, Simulasi Biaya Penanganan Jalan antara Perkerasan Kaku dan Perkerasan Lentur. Teras Jurnal, 9(2).Nugroho, Y. A., 2015, Aplikasi Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Es Krim. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4).

Pascoal, A., Almeida, A., Capitão, S., Picado-Santos, L.,2023,Improvement of Warm-Mix Asphalt Concrete Performance with Lignin Obtained from Bioethanol Production from Forest Biomass Waste. Materials (Basel, Switzerland), 16(23).

Rahmawati, A., Setiawan, D. M., Pangestu, M. A. Y., Aulia, R. A., 2018, Evaluasi Tebal dan Analisis Kerusakan Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Analisa Komponen, Austroads, Asphaltinstitute Dan Program KENPAVE, Media Teknik Sipil, 16(2), 79–85. Rahmawati, A., Aldiansyah, F., Setiawan, D. M., 2021, Desain Tebal Perkerasan Lentur Jalan Menggunakan Program Kenpave di Ruas Jalan Maospati-Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Bulletin of Civil Engineering, 1(1), 29–32.

Setiawan, D. M., Gufron, A., & Widodo, W.,2024,Analisis Tegangan–Regangan Struktur Beton Aspal dengan Limbah Ampas Kopi Sebagai Agregat Halus. Bulletin Of Civil Engineering.

SNI 06-2440-1991 Metode Pengujian Kehilangan Berat Minyak dan Aspal.

SNI 2417: 2008 Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles.

SNI 2432:2011 Cara Uji Daktalitas Aspal.

SNI 2432:2011 Cara Uji Penetrasi Aspal.

SNI 2439:2011 Cara Uji Penyelimutan dan pengelupasan pada Campuran Agregat-Aspal.

SNI 2439:2011 Cara Uji Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and ball).

SNI 2441:2011 Cara Uji Berat Jenis Aspal Keras, (2011).

SNI 1969: 2016 Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar.

SNI 1970:2016 Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus.

Sukirman, S. (2016). Beton Aspal Campuran Panas. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:217683228

Downloads

Published

2025-02-25

Issue

Section

Articles