https://journal.umy.ac.id/index.php/bce/issue/feedBulletin of Civil Engineering2025-03-17T11:47:49+07:00Agus Setyo Muntoharmuntohar@umy.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Bulletin of Civil Engineering (BCE)</strong> is an open access journal of civil engineering. (<a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2775-6351" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN: 2775-6351</a>, <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2797-1104" target="_blank" rel="noopener">P-ISSN: 2797-1104</a>). This journal publishes original papers on interdisciplinary theoretical and practical research related to the broad spectrum of civil engineering, encompassing all related sub-topics. The journal provides a forum for the international civil engineering community to present and discuss matters of major interest, including new developments in civil regulations. Coverage includes Structures; Geotechnics; Transportation; Environment; Earthquakes; Water Resources; Hydraulic and Hydraulic Structures; Construction Management and Materials. BCE has been indexed and listed in:</p> <p>1. <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14701" target="_blank" rel="noopener">Sinta (Sinta 4)</a></p> <p>2. <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/22327" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a></p> <p>3. <a href="https://search.crossref.org/?q=2797-1104&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a></p> <p>4. <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=6uZiO_IAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></p> <p>5. <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?and_facet_source_title=jour.1422975" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a></p>https://journal.umy.ac.id/index.php/bce/article/view/25837Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Perangkat Lunak PTV Vissim 2024 (Pada Simpang Empat di Daerah Istimewa Yogyakarta)2025-02-15T05:22:10+07:00Wahyu Widodowahyu.widodo@umy.ac.idAliif Satyo Farhantowahyu.widodo@umy.ac.id<p>Peningkatan jumlah kendaraan bermotor pada ruas jalan menyebabkan penumpukan arus di simpang. Salah satu simpang yang bermasalah akibat adanya penumpukan arus lalulintas adalah Simpang empat Ring Road Utara Gejayan Sleman Yogyakarta, yaitu terjadinya antrian panjang pada semua lengan, sehingga menyebabkan tundaan lalulintas yang diterima oleh semua kendaraan yang akan melintasi simpang. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen lalulintas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi performa lalu lintas di simpang tersebut menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM 2024 (Student Version). Data lalu lintas dikumpulkan melalui survei lapangan. Pemodelan dilakukan untuk kondisi eksisting serta 4 skenario alternatif perbaikan. Pada kondisi eksisting, didapatkan tundaan rata-rata sebesar 99,70 detik/skr dengan tingkat pelayanan (LOS) rata-rata yaitu F (buruk sekali). Skenario 1,2,3, dan 4 menghasilkan tundaan rata-rata secara berturut-turut adalah 87,03 detik/skr; 95,88 detik/skr; 83,28 detik/skr; dan 82,68 detik/skr. Keempat skenario yang telah dibuat, tingkat pelayanan (LOS) rata-rata tetap F (buruk sekali). Skenario 4 berupa pelebaran sebesar 1 m pada jalur masuk dan keluar ruas Barat dan Utara dipilih sebagai alternatif terbaik.</p>2025-03-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://journal.umy.ac.id/index.php/bce/article/view/22430Perbandingan Metode Pencampuran Dan Bentuk Spesimen Siltstone Yang Distabilisasi Pada Pengujian Durabilitas Statis2024-05-26T06:32:40+07:00Edi Hartonoedi.hartono@umy.ac.id<div> <table> <tbody> <tr> <td> <p>Banyak konstruksi berada diatas batuan sedimen siliklastik seperti <em>siltstone</em>. <em>Siltstone</em> mudah mengalami pelapukan karena iklim. Tanah sebagai dasar dari bangunan harus mempunyai ketahan jangka panjang dalam menerima beban. <em>Siltstone</em> yang mengalami siklus pembasahan – pengeringan mudah lapuk dan menurun daya dukung dan durabilitasnya. Rendahnya durabilitas <em>siltstone</em> yang telah lapuk dapat diperbaiki dengan stabilisasi secara kimia menggunakan semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi semen terhadap tanah <em>siltstone</em> melalui metode pengujian degradasi yang dinamakan <em>static slake index test</em>. Pengujian ini menggunakan dua metode pencampuran semen yaitu pencampuran kering (<em>dry mixed</em>) dan pencampuran basah (<em>spray mixed</em>). Kadar semen yang digunakan 10% yang dibandingkan dengan spesimen tanpa stabilisasi. Spesimen pada pengujian ini dibuat dengan dua variasi yaitu bentuk tidak beraturan menyerupai fragmen alami dan bentuk silinder berukuran diameter 3,5 mm dan tinggi 3,5 mm. Kedua jenis specimen mempunyai berat masing-masing antara 40g–60g. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen 10% mampu menurunkan tingkat pelapukan pada <em>siltstone </em>sebesar 70%-80%. Degradasi spesimen setelah pengujian pada metode pencampuran kering dan bentuk silinder lebih tinggi dibandingkan metode basah dan bentuk fragmen.</p> </td> </tr> </tbody> </table> <table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"> <tbody> <tr> <td align="left" valign="top"> <p><em>Many constructions are on siliciclastic sedimentary rocks such as siltstone. Siltstone is subject to weathering due to climate. As the base of a building, soil must have long-term durability when accepting loads. Siltstone subjected to wetting-drying cycles is easily weathered, decreasing its bearing capacity and durability. The low durability of weathered siltstone can be improved by chemical stabilization using cement. This study aims to analyze the effect of cement stabilization on siltstone soil through a static slaking method called static slake index test. This test uses two cement mixing methods: dry and spray mixed. The cement content used was 10%, compared to unstabilized specimens. The specimens in this test were made with two variations: irregular shapes resembling natural fragments and cylindrical shapes measuring 3.5 mm in diameter and 3.5 mm in height. Both types of specimens weighed between 40g-60g each. The test results showed that adding cement decreased siltstone's weathering rate. </em> <em>The degradation of specimens after testing in the dry mixing method and cylindrical is higher than that in the wet and fragment shape processes.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </div>2025-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Bulletin of Civil Engineeringhttps://journal.umy.ac.id/index.php/bce/article/view/25925Investigation on Earthquake Performance of Reinforced Concrete Frames Strengthened with Different Buckling-restrained Braces Properties2025-03-11T16:21:00+07:00Taufiq Ilham Maulanataufiq.im@ft.umy.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Buckling-restrained braces (BRBs) are widely adopted for seismic retrofitting, yet the performance trade-offs between stiffness and ductility in high-rise reinforced concrete (RC) frames under region-specific seismic conditions remain underexplored. This study investigates the seismic performance of a 10-story, 5-bay reinforced concrete (RC) frame, comply with Indonesian standards SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019 (ASCE 7-16 and ACI 318-14), retrofitted with two distinct buckling-restrained brace (BRB) configurations: (1) BRB with large initial stiffness but less ductility and (2) BRB with low initial stiffness but enhanced ductility. A 2D nonlinear model of the RC frame was developed, featuring 3 m inter-story heights and 6 m span bays. Beam-column elements were modeled as line elements with nonlinear shear and bending springs, while BRBs were represented using a bi-linear hysteresis model. Two BRBs were installed in bays 2 and 4, targeting stories with elevated inter-story drift. Eleven spectrum-matched ground motions were scaled to Indonesian geographical conditions to evaluate seismic responses. Key performance metrics included inter-story drift response and BRB force-displacement behavior. Results demonstrated that BRB with strong initial stiffness effectively reduces peak inter-story displacement compared to BRB with weak stiffness. However, BRB with weak stiffness achieves greater cumulative ductility. Both types of BRB still reduce structural damage but have their unique characteristics. The study uniquely quantifies the stiffness-ductility trade-off in high-rises, demonstrating that strong-stiffness BRBs prioritize immediate drift control, while weak-stiffness BRBs enhance post-yield stability.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Keywords: Seismic performance, reinforced concrete building, parametric study, buckling-restrained brace</p>2025-05-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://journal.umy.ac.id/index.php/bce/article/view/26084Modulus Elastisitas dan Karakteristik Marshall Struktur Beton Aspal dengan Serbuk Kulit Manggis Sebagai Pengganti Agregat Halus2025-03-06T15:36:50+07:00Dian M. Setiawandiansetiawanm@ft.umy.ac.idMuhammad Daffa Dakhilullahdaffa.d.ft20@mail.umy.ac.idLavina Ngesti Bintaribintarilavina@gmail.comWahyu Widodowahyu.widodo@umy.ac.id<p>Keberadaan jaringan jalan yang memadai dan berkualitas baik dapat membantu memperkecil kesenjangan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Salah satu material jalan yang cukup sering digunakan di Indonesia yaitu aspal beton. Material alternatif berupa serbuk kulit manggis digunakan pada studi ini sebagai pengganti agregat halus dengan ukuran butir lolos saringan No. 50 dan tertahan saringan No. 100 pada struktur beton aspal lapisan AC−WC (<em>Asphalt Concrete Wearing Course</em>). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengujian <em>Marshall</em>, menghitung nilai modulus elastisitas, dan menganalisis karakteristik tegangan-regangan menggunakan pendekatan program <em>KENPAVE</em>. Kadar aspal yang digunakan adalah kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,5% yang diperoleh dari serangkaian pengujian dengan memvariasikan kadar aspal sebesar 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dengan jumlah sampel sebanyak 2 benda uji untuk setiap variasi kadar aspal. Pengujian <em>Marshall </em>dengan pengganti agregat halus serbuk kulit manggis menggunakan 5 variasi kadar yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dengan jumlah benda uji sebanyak 3 benda uji untuk setiap kadar serbuk kulit manggis. Hasil pengujian <em>Marshall</em> menunjukkan bahwa variasi kadar serbuk manggis yang memenuhi spesifikasi terdapat pada variasi kadar 0% dan 25%. Berdasarkan hasil analisis perhitungan modulus elastisitas didapatkan nilai tertinggi terdapat pada kadar 0% benda uji 2 sebesar 546.701,73 psi. Sedangkan hasil analisis menggunakan program <em>KENPAVE </em> didapatkan nilai <em>horizontal tensile strength</em> sebesar 0,02102 dan <em>vertical compressive strain</em> sebesar 0,07875 serta umur rencana jalan selama 12,7 tahun.</p>2025-02-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025