The Evaluation of Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) Implementation for TB in Hospital X

Ayu Prameswari

Abstract


This research discusses about implementation of DOTS strategy in implementing TB services in health service units that organize TB control programs in Indonesia. DOTS is a TB treatment strategy with drug ingestion control. This program focuses on finding cases as early as possible and patient healing. This research uses qualitative methods, using in-depth interview techniques, observation, and document review. The total number of respondents in this study is 9 people. Results input: Human Resources is a lot of officers in the DOTS team who have not attended the training. Facilities and infrastucture are sufficient just does not yet have a specail ply TB patient. Policies, both hospitals and the government are good enough. Process: inadequate political commitment to which internal and external networks are running is not maximized, microscopic examination not yet optimal because many patients who do not perform the examination at the beginning of the diagnosis, in the treatment of many patients who did not perform sputum checks and radiological examination for evaluation of treatment progress, non-standard OAT management, and incomplete records. This ultimately affects the output component where the healing rate is low only reached 21,1% and conversion rate 32,7%. The conclusion is from the result that the implementation of DOTS strategy in PKU Muhammadiyah hospital Gamping Yogyakarta has not optimally.


Keywords


Tuberculosis, DOTS Strategy, Human Resources, Facilities & Infrastructure, Success Rate

Full Text:

PDF

References


Adhista Eka, N., & Santi, M. (2014). Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS di Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(2), 251-262

Aditama, W., Zulfikar, Z., & Baning, R. (2013). Evaluasi program Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Boyolali. Kesmas: National Public Health Journal, 7(6), 243-250.

Amaliah, R. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Konversi Penderita TB Paru BTA Positif Pengobatan Fase Intensif di Kabupaten Bekasi Tahun 2010. Depok. Universitas Indonesia.

Amin, Z., & Bahar, A. (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Internal Publishing.

Arifin, & Nawas. (2009). Diagnosis dan Penatalaksanaan TB Paru. Jakarta: Divisi Infeksi, Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI/SMF Paru.

Arisandi, P. (2011). Analisis Kualitas Petugas dalam Pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011 (Doctoral Dissertation, UNIVERSITAS ERLANGGA).

Awusi, R. Y. E., Saleh, Y. D. A., & Hadiwijoyo, Y. (2009). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penemuan Penderita TB Paru di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(2), 59.

Bagiada, I., & Putri Primasari, N. L. (2010). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Ketidakpatuhan Penderita Tuberkulosis dalam Berobat di Poliklinik DOTS RSUP Sanglah Denpasar. Journal of Internal Medicine. 11(3).

Barclay, E. (2009). Text Messages Could Hasten Tuberculosis Drug Compliance. The Lancet, 373(9657), 15-16.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. (2011). Profil Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2011. Yogyakarta

Ditjen, D. K. R. (2007). Pedoman Penerapan Dots di Rumah Sakit.

Elangovan, R., & Arulchelvan, S. (2013). A Study on The Role of Mobile Phone Communcation in Tuberculosis DOTS Treatment. Indian journal of community medicine: official publication of Indian Association of Preventive & Social Medicine, 38(4), 229.

Firdaufan, Santoso, Hartono, R., Hendratno, Sumardiyono, Sutisna, E., & Syahril, M. (2009). Evaluasi Program Pengendalian Tuberkulosis dengan Strategi DOTS di Eks Karesidenan Surakarta. Jurnal Kedokteran Indonesia, 1(2).

Fitria, D. (2015). Analisa Kinerja Petugas TB (Tuberculosis) di Rumah Sakit yang Telah Dilatih Program HDL (Hospital DOTs Lengkage) di Kota Medan (Master’s Thesis. USU).

Harries, A. D., Jahn, A., Zachariah, R., & Enarson, D. (2008). Adapting DOTS Framework for Tuberculosis Control to the Management of Non-Communicable Diseases In Sub-Saharan Africa. PLoS Medicine, 5(6), el24. Http: //doi.org/10.1371/journal.pmed.0050124.

Indonesia, K. K. R. (2010). Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Indonesia, K. K. R., & Penyakit, D. J. P. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2(1-3), 1-35

Isbaniah, F. (2011). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Jurcev-Savicevic, Anamarija; Mulic, Rosanda; Kozul, Karlo; Ban, Bozica; Bacun-Ivcek, Ljiljana; Gudelj, Ivan; Popijaac-Cesar, Gordana; Marinovic-Dunatov, Snejzana; Simunovic, Aleksandar, 2013. Health System Delay in Pulmonary Tuberculosis Treatment in a Country with an Intermediate Burden of Tuberculosis: A Cross-Sectional Study. BMC Public Health, vol. 13;6

Kementerian Kesehatan R. I. (2011). Pedoman Nasional Penanggulangan Tiberkulosis. Jakarta; Menkes RI.

Kementerian Kesehatan, R. I. (2012). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta. Direktorat Bina Upaya Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Jakarta.

Kurniawan, N., Rahmalia, S., & Indriati, G. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru. JOM, 2(1).

Mansur, M. (2015). Analisis Penatalaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS di Puskesmas Desa Lalang Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2015. FKM USU. Medan.

Marwati, L., & Nugroho, Y. S. (2016). Aplikasi Diagnosa TBC Menggunakan Metode Naive Bayes. (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Musyarofah, M. (2013). Perbedaan Kepatuhan Minum Obat Sebelum Dan Setelah Afirmasi Positif pada Penderita TB Paru di Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 4(2).

Novita, E., Ismah, Z., & Pariyana, P. (2017). Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Berat Badan Pasien TB Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang. JURNAL KEDOKTERAN KESEHATAN: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 4(20), 66-70.

Nugraini, K. E., Cahyati, w. H., & Farida, E. (2015). Evaluasi Input Capaian Case Datection Rate (CDR) TB Paru dalam Program Penanggulangan Penyakit TN Paru (P2TB) Puskesmas Tahun 2012 (Studi Kualitatif di Kota Semarang). Unnes Journal of Public Health, 4(2).

Octavianus, L. (2012). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Penderita TB Paru di Puskesmas Kota Sorong Tahun 2011. (Doctoral Dissertation, UNIVERSITAS DIPONEGORO).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 67 Tahun 2016

Pongoh, M. E., Palandeng, H. M., & Rombot, D. V. (2015). Gambaran Perilaku Tenaga Kesehatan Terhadap Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Manado. JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK, 3(2).

Rahmawati, D., & Budiono, I. (2015). Faktor Pelayanan Kesehatan yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan (Success Rate) TB Paru di Kabupaten Sragen. Unnes Journal of Public Helath, 4(4).

Ramdaniati, S. N., & Hassan , A. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien TB Paru Terkonfirmasi Bakteriologis di Puskesmas Unyur dan Puskesmas Kilasah Kota Serang Tahun 2016. Scientum: Jurnal Ilmiah Dewan Riset Daerah Banten, 6(1), 59-74.

Saad, A., & Chandra, F. (2014). Penilaian Keberhasilan Program TB DOTS Berdasarkan Angka Keberhasilan Pengobatan dan Angka Konversi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode Januari 2008- Desember 2012. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 1(2), 1-14.

Sugihantoro, H., & Rustamaji, M.K. (2012). Implementasi Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) di RSD DR. Soebandi Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 (Doctoral Dissertation, [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada)

Trisna, E., & Ilyas, H. (2017). Analisa Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat dalam Penatalaksanaan Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan, 9(1), 71-78.

Zou, G., King, R., Walley, J., Yin, J., Sun, Q., & Wei, X. (2015). Barriers to Hospital and Tuberculosis Programme Collaboration in China: Context Matters. Global Health Action, 8(1), 27067.




DOI: https://doi.org/10.18196/jmmr.7261

Article Metrics

Abstract view : 98 times
PDF - 104 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit)

JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) are indexed by:

              

Office:
Ruang Jurnal JMMR, Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Brawijaya Street, Tamantirto, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia
email: jmmr@umy.ac.id

Information for Author click HERE

Creative Commons License
JMMR is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Journal of JMMR