Evaluation of Traditional Medicine Programs In Public Health Centre Mengwi, Bali

Ni Made Umi Kartika Dewi

Abstract


Public Health Centre in Mengwi is one of the Public Health Centre (PHC) that apply for traditional medicine program since 2012. However, the result of the program is still under the expected target. This study aims to evaluate the traditional medicine program at PHC in Mengwi. This study was a descriptive evaluation research with the qualitative method. Data collection used in-depth interviews with 11 informants. Data analysis was done by thematic analysis using the evaluation method of the program (input and process program). The result found in the lack of staff knowledge, this program had not been supported by special funding and facilities. The process of implementing the guidance and visits from PHC in Mengwi had not been done routinely. Traditional in healer has a low level of information about the requirements of making registered permit and registered letters of a traditional healer. The availability of inputs on the traditional medicine program at PHC in Mengwi is not optimal yet and the implementation process has not been run maximally. So, it is recommended for local government to use the result of program evaluation as the basis to provide further guidance for health workers and traditional healers.

 


Keywords


Evaluation Program; Public Health Centre; Traditional Medicine;

Full Text:

PDF

References


Samsunjaya S. Mengenal pengobatan modern dan pengobatan alternatif. Jakarta: Cv. Visindo Medika Persada; 2007.

Departemen Kesehatan RI. Manajemen PHC. Jakarta: 2003.

Latief A. Obat Tradisional. Jakarta: EGC; 2012.

Kementrian Kesehatan RI. Mengenal pelayanan kesehatan tradisional di Indonesia. Direktorat Jendral Kesehat Masy 2011:2011.

Lestaridewi NK, Jamhari M. Kajian pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Mountong. E-JIP BIOL 2017;5:92–108.

Supardi S. Penggunaan obat tradisional dalam upaya pengobatan sendiri di Indonesia. Bul Penelit Kesehat 2007;38:80–9.

Rahayu DA. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan pengobatan tradisional di wilayah kerja PHC Muara Siberut Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2012. Alumni Fak Kesehat Masy Univ Andalas 2012.

Kusumawati L. Strategi pembinaan pengobatan tradisional untuk menempatkan pengobatan tradisional menjadi salah satu sumber daya pelayanan kesehatan yang diakui. Pus Penelit Dan Pengemb Sist Dan Kebijak Kesehat 2003.

Ikatan Terapis Bekam Indonesia. Persyaratan pembuatan surat terdaftar pengobat tradisional (SIPT/STPT) untuk praktek bekam 2011.

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Penduan tehnik penyelanggaraan program pengobatan tradisional. Badung: 2011.

Saray D, Karamoy H, Pusung R. Evaluasi anggaran produksi sebagai alat untuk menilai kinerja manajemen pada PT. Manado Media Grafika. J Ekon Manaj Bisnis Akutansi 2014;2:364–73. Satria D. Complementary and alternative medicine (CAM) Fakta atau Janji? Idea Nurs J 2013;IV No. 3.

Azwar A. Menjaga mutu pelayanan kesehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan; 1996.

Pani ME, Trisnantoro L, Zaenab SN. Kesehatan di tiga PHC Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2011. J Kebijak Kesehat Indones 2012;1:161–7.

Aridewi A. Analisis pemanfaatan bantuan operasional kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di PHC wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten Kudus. Ejournal Undip 2013;1:32–40.

Rahayu T. Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja PHC Ketapang 2. J Kesehat Masy 2012;1:479–92.

Effendi M. Pemanfaatan sistem pengobatan tradisional (BATTRA) di PHC. eJournal .unair 2013.

Niah NS. Manajemen Pelaksanaan Pelayanan PHC di Kabupaten Jombang Jawa Timur. JurnalUntag-SbyAcId 2015:383–94.

Handayani L, Mulasari SA, Nurdianis N, Masyarakat FK, Dahlan UA. Evaluasi program pemberian makanan tambahan anak balita. J Manaj Pelayanan Kesehat 2008;11:21–6.

Padila. Buku ajar keperawatan. Nuha Medika; 2012.

Peraturan Menteri Kesehatan. Pedoman manajemen PHC. Indonesia: 2016

Laeliyah SN, Nadjib M. Hubungan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dengan Peningkatan Cakupan Kunjungan Antenatal K4 Di PHC Kota Serang Tahun 2014-2016. J Kebijak Kesehat Indones 2017;6:115–26.

Departemen Kesehatan RI. Perencanaan tingkat PHC. 2006.

Departemen Kesehatan RI. Manajemen PHC. Jakarta: 2003.

Farich A. Manajemen pelayanan kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2012.

Keputusan Menteri Kesehatan RI. Penyelenggaran pengobatan tradisional. Indonesia: 2003.

Peraturan Pemerintah RI. Pelayanan kesehatan tradisional. Indonesia: 2014.

Safitri EM, Luthviatin N, Ririanty M. Determinan perilaku pasien dalam pengobatan tradisional dengan media lintah (Studi pada pasien terapi lintah di Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban). Pustaka Kesehat 2016;4:181–7.

Dermawan R. Peran battra dalam pengobatan tradisional pada komunitas dayak agabag di Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan. eJournal Sosiatri-Sosiologi 2013;1:50–61.


Refbacks



Copyright (c) 2018 JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit)

JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) are indexed by:

           

             

Office:
Ruang Jurnal JMMR, Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Brawijaya Street, Tamantirto, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia
email: jmmr@umy.ac.id

Chat me!

Creative Commons License
JMMR is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Journal of JMMR