PENGUJIAN HIPOTESIS LINDER DALAM KASUS IMPOR KOMODITAS INTRA-INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA

Tito Satrio, Ahmad Jamli

Abstract


The study aims to examine the empirical validity of the Linder hypothesis for Indonesia’s import for manufacture intra-industry commodity from seven member of ASEAN plus three (Singapore, Malaysia, Thailand, Philippines, Japan, South Korea, and China). This study uses balance panel data model with fixed effect approach. Panel data model with fixed effect approach can control for country specific individual effect. The result implies that Indonesia import more intensively with countries with high per capita income levels, which rejects the Linder hypothesis.

 

Tujuan dari studi ini adalah untuk menguji validitas empiris hipotesis Linder untuk impor komoditas intra-industri manufaktur Indonesia dari tujuh negara ASEAN plus three (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Cina). Studi ini menggunakan balance panel data model dengan fixed effect approach. Model data panel dengan fixed effect approach dapat mengontrol country specific individual effect. Hasil studi mengimplikasikan bahwa Impor yang dilakukan oleh Indonesia lebih intensif dengan negara-negara yang memiliki pendapatan per capital relative lebih tinggi, sehingga menolak hipotesis Linder.


Keywords


Linder hypothesis; intra-industry trade; balance panel data; fixed effects approach; hipotesis Linder; perdagangan intra-industri; balance panel data model; fixed effects approach

Full Text:

PDF

References


Anggraita, Risty. (2009). Analisis perdagangan intra-industri manufaktur Indonesia dengan tujuh negara ASEAN+3 Periode 1992-2008. Skripsi. Yogyakarta: FEB UGM. tidak dipublikasikan.

Arifin, Sjamsul, Dian Erdiana Rae, dan Charles P.R. Joseph. (2007). Kerjasama perdagangan internasional. Jakarta: Elex Media Kompu¬tindo.

Baltagi, B. H. (1998). Econometrics. New York: Springer.

Dakal, Dharmendra, Gyan Pradhan, dan Kamal Upadhyaya. (2009). Another empirical look at the theory of overlapping de¬mands. Working Paper, no. 0901.

Firdaus, Ahmad Heri. (2011). Kinerja perda¬gangan dan dampak free trade area (FTA) ASEAN plus three terhadap ¬.Indonesia. Thesis. Bogor: Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Hoftyzer, John. (1975). Empirical verifications of linder’s trade thesis. Southern Economic Journal, Vol. 41(4): 694-698.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2010). Tinjauan terkini perdagangan Indo¬ne¬sia. Jakarta: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kennedy, T. E., dan R. McHugh. (1980). An inter¬temporal test and rejection of the Linder hy-pothesis. Southern Economic Journal, Vol. 46, pp. 898-903.

Linnemann, H. and C. van Beers. (1988). Measures of export-import similarity and the Linder hypothesis once again. Weltwirt¬schaft¬liches-Archiv, 24 (3), 445-457.

McPherson M. A., M. R. Redfearn., dan M. A. Tieslau. (2001). International trade and developing countries: An empirical in¬vestigation of The Linder Hypotesis. In¬ternational Economic Journal, 33, pp. 649-657.

Rauh, Alison. (2009). Empirical analysis of the linder hypothesis: the case of Germany’s trade within Europe. Economic Journal of Davidson College.

Verbeek, Marno. (2000). Modern econometrics. New Jersey: McGraw Hill.

Widihastuti, Retno. (2006). Pola determinan per¬dagangan intra-industri Indonesia dengan 12 negara Asia Pasifik: Hipotesis country dan industry specific. Tesis. Yogya¬karta: Universitas Gadjah Mada. tidak dipublikasikan.

World Bank, org. (2010). Indonesia Data. http://data.worldbank.org/country/In¬donesia/ diakses pada 22 April 2012.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JESP is indexed by:

                

 

Office:
Redaksi JESP UMY, Gedung E2 Lantai 2, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Jalan Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Telp: (0274) 387656 ext.184
Fax: (0274) 387646
WA: +628112638191
Email: jesp@umy.ac.id


Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan (JESP) is licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License.