Perbedaan Tingkat Depresi antara Lansia yang Memiliki Keluarga dengan Lansia yang Tidak Memiliki Keluarga

- Kusbaryanto, Richy Narulita

Abstract


Depression is a mental disorder that usually found in geriatric patient. Depression in geriatric is not a part of normal aging process. Depression usually happens in accordance with physical disease. Because of that, the sign and symptom are usually vague and overlaped unsystematically. Prevalence of depression in geriatric who live in hospital and elderly hostels is 10 times more than who live with their family. Geriatric who have depression will find difficulty doing their daily activities. The support of the family will decrease the prevalence of depression in geriatric. The purpose of this research is to know the difference of depression level between geriatric who have family and geriatric who don ’t have family. This research is non experimental with cross sectional design. The sample of this research are 30 responders fulfilling inclusion and exclusion criterion. This sample consists of 15 geriatric who have family and 15 geriatric who don ’t have family in Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta. The instrument used in this research is Geriatric Depression Scale (GDS) for measuring the level of depression in geriatric. The results of this research shows that there is no significant difference in the levels of depression between geriatric who have family and geriatric who don ’t have family in Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta (p=0,75).

Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemui pada geriatri. Depresi pada lansia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Depresi sering komorbid dengan penyakit fisik, oleh karena itu gejala dan keluhan sering tersamar dan tumpang tindih. Prevalensi depresi pada geriatri yang tinggal di rumah sakit dan panti jompo sepuluh kali lebih banyak daripada yang tinggal bersama keluarga. Lansia yang mengalami depresi akan mengakibatkan kesulitan dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Dukungan keluarga akan menurunkan angka kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perbedaan tingkat depresi antara geriatri yang memiliki keluarga dengan geriatri yang tidak memiliki keluarga. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden terdiri dari 15 lansia yang memiliki keluarga dan 15 lansia yang tidak memiliki keluarga di Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Geriatric Depression Scale (GDS) untuk mengukur derajat depresi pada lansia. Hasil uji statistik menggunakan t-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara tingkat depresi pada lansia yang memiliki keluarga dengan lansia yang tidak memiliki keluarga di Panti Sosial Trisna Wredha Kasongan Bantul Yogyakarta (p=0,75).


Keywords


depresi; keluarga, lansia; depression; elderly; family

Full Text:

PDF

References


Gallo, J., Reichel, W., et al. (1998). Gerontologi. Jakarta: EGC.

Krack, D. dan Yang, T. (1992). Depression in Senior Citizens Found to Diminish Ability to Plan and Control. [versi elektronik]. Diakses pada tanggal 20 April 2007, dari http:// www.senior journal. com.

Kaplan, H.I. dan Sadock, B. J. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid I. Jakarta: Binarupa Aksara.

Medicastore. (2007). Penyakit Manik- Depresif. [versi elektronik]. Diakses pada tanggal 23 April 2007, dari http: // www.medicastore.com.

Scott J, Paykel E, Morriss R, et al. Terapi kognitif-perilaku untuk berat dan berulang gangguan bipolar: acak controlled trial. Br J Psychiatry. 2006; 188:313-320. Abstrak

AAGP. (2007). Depression: A Serious But Treatable Illness. [versi elektronik]. Diakses pada tanggal 18 April 2007, dari http://www.aagpgpa.org.

Sastroasmoro, Ismael. (2002). Dasar- dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi kedua. Jakarta: CV Sagung Seto.

Hawari, D. (2002). Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Jakarta: Gaya Baru.

Darmojo, R. dan Martono, (2004). Geriatri: Ilmu Kesehatan Usia Lanjut.

Nasrun, 2000 Gangguan Psikiatri pada Usia Lanjut, Nasrun diakses dari http:/ /repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/ c83fbd2a14bd3413dd9ea3254aef7c88ae 6458c4.pdf.2000

Oswari. (1997). Menyongsong Usia Lanjut dengan Bugar dan Bahagia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Amir, N. (1998). HPA pada Pasien Depresi. Majalah Psikiatri Indonesia, XXXII (1): 75 - 89.




DOI: https://doi.org/10.18196/mmjkk.v9i2%20(s).1612

Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 197 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Mutiara Medika


     

Editorial Office:
Journal Room, G1 (Biomedic) Building, Ground Floor, Faculty of Medicine and Health Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 
Jalan Lingkar Selatan (Brawijaya), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Phone: +62 274 387 656 (ext: 231)
WA : +62 882 3323 4696
Website: http://journal.umy.ac.id/index.php/mm 
E-mail: mmjkk@umy.university

Creative Commons License
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats