Pengaruh Tingkat Keseriusan Pelanggaran, Reporting Channel, dan Retaliasi Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing

Karinna Heydy Nurhalizah, Ilham Maulana Saud

Abstract


Latar Belakang:
Saat ini telah banyak terjadi kecurangan seperti korupsi, pemalsuan laporan keuangan, suap menyuap, dan lain sebagainya. Adanya kasus kecurangan ini menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu maka dibutuhkan suatu kebijakan untuk mencegah maupun mengungkap adanya kecurangan salah satunya yaitu dengan menerapkan kebijakan whistleblowing. Kebijakan whistleblowing sudah diterapkan di berbagai perusahaan seperti perusahaan Telkom, Pertamina, Astra Group, Direktorat Jenderal Pajak, dan lain-lain. Namun untuk melakukan whistleblowing seseorang akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat keseriusan pelanggaran, reporting channel, dan retaliasi.

Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat keseriusan pelanggaran (rendah dan tinggi), reporting channels (anonymous reporting channel dan non-anonymous reporting channel), dan retaliasi (rendah dan tinggi) terhadap niat melakukan whistleblowing.

Metode Penelitian:
Pendekatan pada penelitian ini menggunakan eksperimen 2x2x2 between subjects effects dengan 165 subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA).

Hasil Penelitian:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keseriusan pelanggaran tidak berpengaruh positif signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing, adanya anonymous reporting channel lebih efektif untuk meningkatkan niat seseorang melakukan whistleblowing, dan retaliasi rendah lebih efektif untuk meningkatkan niat seseorang melakukan whistleblowing. Dalam kondisi tingkat keseriusan pelanggaran tinggi, anonymous reporting channel, dan retaliasi rendah lebih efektif dalam meningkatkan niat seseorang untuk melaporkan tindakan pelanggaran.

Keterbatasan Penelitian:
Responden pada penelitian hanya terbatas mahasiswa akuntansi FEB UMY angkatan 2018 di mana mahasiswa belum memahami kondisi sesungguhnya yang terjadi dalam dunia kerja.

Keaslian/Novetly Penelitian:
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian terdahulu dengan mengganti variabel financial reward dengan tingkat keseriusan pelanggaran dan mengubah subyek serta lokasi penelitian.


Keywords


Tingkat Keseriusan Pelanggaran; Reporting Channel; Retaliasi; Whistleblowing

Full Text:

PDF

References


Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-t

Aliyah, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Dalam Melakukan Tindakan Whistle-Blowing. Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 12(2), 173–189. Diakses dari https://ejournal.unisnu.ac.id/JDEB/article/view/370

Andon, P., Free, C., Jidin, R., Monroe, G. S., & Turner, M. J. (2016). The Impact of Financial Incentives and Perceptions of Seriousness on Whistleblowing Intention. Journal of Business Ethics, 151(1), 165–178. https://doi.org/10.1007/s10551-016-3215-6

Assari, L., & Dwita, S. (2020). Pengaruh Jalur Pelaporan Dan Retaliasi Terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(4), 3610–3627. https://doi.org/10.24036/jea.v2i4.308

Ayers, S., & Kaplan, S. E. (2005). Wrongdoing by Consultants: An Examination of Employees? Reporting Intentions. Journal of Business Ethics, 57(2), 121–137. https://doi.org/10.1007/s10551-004-4600-0

Bagustianto, R., & Nurkholis. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Pada PNS BPK RI). Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 19(2), 276–295. Diakses dari https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/1436

Bouville, M. (2007). Whistle-Blowing and Morality. Journal of Business Ethics, 81(3), 579–585. https://doi.org/10.1007/s10551-007-9529-7

Brief, A. P., & Motowidlo, S. J. (1986). Prosocial Organizational Behaviors. The Academy of Management Review, 11(4), 710. https://doi.org/10.2307/258391

Cassematis, P. G., & Wortley, R. (2012). Prediction of Whistleblowing or Non-reporting Observation: The Role of Personal and Situational Factors. Journal of Business Ethics, 117(3), 615–634. https://doi.org/10.1007/s10551-012-1548-3

Christy, T., & Utami, I. (2020). Ethical Climate, Seriousness of Wrongdoing, Personal Characteristics and Whistleblowing-Intention. Proceedings of the Proceedings of The First International Conference on Financial Forensics and Fraud, ICFF, 13-14 August 2019, Bali, Indonesia. https://doi.org/10.4108/eai.13-8-2019.2294264

CNN Indonesia. (2019). Sulap Lapkeu, Mantan Dirut Hanson International Didenda Rp5 M. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190809145515-92-419879/sulap-lapkeu-mantan-dirut-hanson-international-didenda-rp5-m (Diakses pada 2 Juni 2020)

Della, R. N., Rodiah, S., & Azmi, Z. (2020). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat dan Prilaku Whistleblowing Karyawan Alfamart di Pekanbaru. Jurnal Akuntansi Dan Ekonomika, 10(1), 21–30. https://doi.org/10.37859/jae.v10i1.1894

Dhamija, S., & Rai, S. (2017). Role of retaliation and value orientation in whistleblowing intentions. Asian Journal of Business Ethics, 7(1), 37–52. https://doi.org/10.1007/s13520-017-0078-6

Dianingsih, D. H., & Pratolo, S. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Intensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing : Studi Empiris pada Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Pemerintah Kota serta Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 2(1), 51–63. https://doi.org/10.18196/rab.020120

Dozier, J. B., & Miceli, M. P. (1985). Potential Predictors of Whistle-Blowing: A Prosocial Behavior Perspective. Academy of Management Review, 10(4), 823–836. https://doi.org/10.5465/amr.1985.4279105

Effendi, A., & Nuraini, N. (2019). Pengaruh Perlindungan Hukum, Orientasi Etika Idealisme, Orientasi Etika Relativisme Dan Retaliasi Terhadap Intensi Whistleblowing (Survei Pada Mahasiswa Universitas Negeri Di Provinsi Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 4(3), 504–519. https://doi.org/10.24815/jimeka.v4i3.12586

Guthrie, C. P., & Taylor, E. Z. (2016). Whistleblowing on Fraud for Pay: Can I Trust You? SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2555712

Hanif, R. A., & Odiatma, F. (2017). Pengaruh personal cost reporting, status wrong doer dan tingkat keseriusan kesalahan terhadap whistleblowing intention. Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Bisnis, 10(1), 11–20. Diakses dari https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/jakb/article/view/979

Harahap, H. F., Misra, F., & Firdaus, F. (2020). Pengaruh Jalur Pelaporan dan Komitmen Religius terhadap Niat Melakukan Whistleblowing: Sebuah Studi Eksperimen. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 5(1), 130-150. https://doi.org/10.23887/jia.v5i1.24289

Hartomo, G. (2019). Kronologi Kasus Laporan Keuangan Garuda Indonesia Hingga Kena Sanksi. Diakses dari https://economy.okezone.com/read/2019/06/28/320/2072245/kronologi-kasus-laporan-keuangan-garuda-indonesia-hingga-kena-sanksi

Iqbal, M., Mukhtaruddin, M., & Abukosim, A. (2019). Pengaruh Identitas Profesional, Locus of Commitment, Dan Intensitas Moral Terhadap Intensi Auditor Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Sumatera Bagian Selatan). AKUNTABILITAS: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Akuntansi, 12(1), 15–28. https://doi.org/10.29259/ja.v12i1.9305

Jenkel, I., & Haen, J. J. (2012). Influences on Students’ Decisions to Report Cheating: A Laboratory Experiment. Journal of Academic Ethics, 10(2), 123–136. https://doi.org/10.1007/s10805-012-9154-7

Johansson, E., & Carey, P. (2015). Detecting Fraud: The Role of the Anonymous Reporting Channel. Journal of Business Ethics, 139(2), 391–409. https://doi.org/10.1007/s10551-015-2673-6

Kaplan, S. E., Pany, K., Samuels, J. A., & Zhang, J. (2009). An Examination of the Effects of Procedural Safeguards on Intentions to Anonymously Report Fraud. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 28(2), 273–288. https://doi.org/10.2308/aud.2009.28.2.273

Kaplan, S. E., Pany, K., Samuels, J., & Zhang, J. (2012). An examination of anonymous and non-anonymous fraud reporting channels. Advances in Accounting, 28(1), 88–95. https://doi.org/10.1016/j.adiac.2012.02.008

Kenny, K., Fotaki, M., & Scriver, S. (2018). Mental Heath as a Weapon: Whistleblower Retaliation and Normative Violence. Journal of Business Ethics, 160(3), 801–815. https://doi.org/10.1007/s10551-018-3868-4

Komite Nasional Kebijakan Governance. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran-SPP (Whistleblowing System-WBS). http://www.knkg-indonesia.org/dokumen/Pedoman-Pelaporan-Pelanggaran-Whistleblowing-System-WBS.pdf

Latan, H., Chiappetta Jabbour, C. J., & Lopes de Sousa Jabbour, A. B. (2019). To Blow or Not to Blow the Whistle: The Role of Rationalization in the Perceived Seriousness of Threats and Wrongdoing. Journal of Business Ethics, 169(3), 517–535. https://doi.org/10.1007/s10551-019-04287-5

Lestari, R., & Yaya, R. (2017). Whistleblowing Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Melaksanakannya Oleh Aparatur Sipil Negara. Jurnal Akuntansi, 21(3), 336. https://doi.org/10.24912/ja.v21i3.265

Liyanarachchi, G., & Newdick, C. (2009). The Impact of Moral Reasoning and Retaliation on Whistle-Blowing: New Zealand Evidence. Journal of Business Ethics, 89(1), 37-57.

Manafe, M. W. N. (2015). Pengaruh Penalaran Moral, Retaliasi dan Gender Terhadap Kecenderungan Whistleblowing Internal. Wahana Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 18(2), 113–123. Diakses dari http://jurnalwahana.aaykpn.ac.id/index.php/wahana/article/view/106

Mesmer-Magnus, J. R., & Viswesvaran, C. (2005). Whistleblowing in Organizations: An Examination of Correlates of Whistleblowing Intentions, Actions, and Retaliation. Journal of Business Ethics, 62(3), 277–297. https://doi.org/10.1007/s10551-005-0849-1

Miceli, M. P., & Near, J. P. (1985). Characteristics of organizational climate and perceived wrongdoing associated with whistle-blowing decisions. Personnel Psychology, 38(3), 525–544. https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.1985.tb00558.x

Nawawi, A., & Salin, A. S. A. P. (2018). Whistle blowing intentions – evidence from Malaysian PLC. International Journal of Law and Management, 60(5), 1111–1125. https://doi.org/10.1108/IJLMA-04-2017-0096

Near, J. P., & Miceli, M. P. (2012). Organizational Dissidence: The Case of Whistle-Blowing. Citation Classics from the Journal of Business Ethics, 153–172. https://doi.org/10.1007/978-94-007-4126-3_8

Nugraha, T. (2017). Pengaruh Komitmen Profesional, Lingkungan Etika, SIfat MAcchiavellian, dan Personal Cost terhadap Intensi Whistleblowing dengan Retaliasi sebagai Variabel Moderating. JOM Fekon, 4(1), 2030–2044. Diakses dari https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFEKON/article/view/13446

Park, H., Blenkinsopp, J., Oktem, M. K., & Omurgonulsen, U. (2007). Cultural Orientation and Attitudes Toward Different Forms of Whistleblowing: A Comparison of South Korea, Turkey, and the U.K. Journal of Business Ethics, 82(4), 929–939. https://doi.org/10.1007/s10551-007-9603-1

Poluakan, M. J., Saerang, D. P. E., & Lambey, R. (2017). Analisis Persepsi Atas Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keinginan Seseorang Menjadi Whistleblower (Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2), 2695–2705. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/17109

Pope, K. R., & Lee, C. C. (2013). Could the Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act of 2010 be Helpful in Reforming Corporate America? An Investigation on Financial Bounties and Whistle-Blowing Behaviors in the Private Sector. Journal of Business Ethics, 112(4), 597–607. https://doi.org/10.1007/s10551-012-1560-7

Putri, C. (2016). Pengaruh Jalur Pelaporan dan Tingkat Religiusitas terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Journal of Accounting and Investment, 17(1), 42-52. Diakses dari https://journal.umy.ac.id/index.php/ai/article/view/1364

Robinson, S. N., Robertson, J. C., & Curtis, M. B. (2012). The Effects of Contextual and Wrongdoing Attributes on Organizational Employees’ Whistleblowing Intentions Following Fraud. Journal of Business Ethics, 106(2), 213–227. https://doi.org/10.1007/s10551-011-0990-y

Sartika, D., & Mulyani, F. (2020). Pengaruh Sifat Machiavellian, Lingkungan Etika, Komitmen Organisasi, dan Tingkat Keseriusan Kecurangan Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing (Studi Empiris pada BPKAD di Kota Padang). Menara Ilmu, 14(1), 24–39. Diakses dari https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menarailmu/article/view/1863

Seifert, D. L., Sweeney, J. T., Joireman, J., & Thornton, J. M. (2010). The Influence of Organizational Justice on Accountant Whistleblowing. Accounting, Organizations and Society, 35(7), 707–717. https://doi.org/10.1016/j.aos.2010.09.002

Sutrisni, D., & Coryanata, I. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pengelola keuangan melakukan tindakan whistleblowing. Jurnal Akuntansi, 8(1), 41–53. https://doi.org/10.33369/j.akuntansi.8.1.41-54

Theotama, G. (2020). Retaliation, Seriousness of Wrongdoing, and Whistleblowing: An Experimental Study in Internal Governmental Auditor. Proceedings of The First International Conference on Financial Forensics and Fraud, ICFF, 13-14 August 2019, Bali, Indonesia, 1–10. https://doi.org/10.4108/eai.13-8-2019.2294250

Utami, N. M. M. A., Irianto, G., & Prihatiningtias, Y. W. (2020). Analyzing the effect of financial reward, personal cost and reporting channel on whistleblowing intentions utilizing an experimental study. International Journal of Research in Business and Social Science, 9(2), 125–132. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v9i2.614

Wijayanti, D. M., & Yandra, F. P. (2020). The Role of Incentives, Emotional Connection, and Organizational Justice in Establishing an Effective Whistleblowing System: An Experimental Study. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis, 7(1), 51–68. https://doi.org/10.24815/jdab.v7i1.14178

Winardi, R. D. (2013). The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants’ Whistle-Blowing Intention in Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business, 28(3), 361-376. Diakses dari https://jiap.ub.ac.id/index.php/jiap/article/view/684

Yang, L., & Xu, R. (2020). The effects of retaliation on whistleblowing intentions in China banking industry. Journal of Accounting & Organizational Change, 16(2), 215–235. https://doi.org/10.1108/jaoc-05-2019-0049

Zamzani, A.H., Ira, S., & Mahmudah, H. (2019). Whistleblowing Intention: A Study of Situation Factors. International Journal of Economics and Management Studies, 6(12), 132–140. https://doi.org/10.14445/23939125/ijems-v6i12p115

Zhuang, J. (2003). Whistle-blowing & peer reporting : a cross-cultural comparison of Canadians and Chinese. Tesis Magister. Diakses dari https://opus.uleth.ca/handle/10133/600




DOI: https://doi.org/10.18196/rabin.v5i2.12376

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/