Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Intensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing : Studi Empiris pada Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Pemerintah Kota serta Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta

Diah Hapsari Dianingsih, Suryo Pratolo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris determinan whistleblowing yang terdiri dari tingkat keseriusan kecurangan, self efficacy, dukungan organisasi dan locus of commitmentsebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini yaitu Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perwakilan ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota sertaKabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.Sampel dalam penelitian ini yaitu Auditor BPK-RI perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sertaBadan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) 4 Kabupaten dan 1 Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan instrumen berupa kuesioner. Jumlah kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 120 kuesioner denganhasil 90 kuesioner dinyatakan sempurna dan dapat diolah. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 22.0.Data diproses dengan menggunakan path analysisyang menunjukanhasil bahwa tingkat keseriusan kecurangan, self efficacydan dukungan organisasi tidak berpengaruh terhadap intensi untuk melakukan tindakan whistleblowingdengan locus of commitmentsebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini diharapkandapat menjadi bahan pertimbangan untuk membangun sistem whistleblowingyang lebih efektif khususnya bagi organisasi sektor publik.


Keywords


Tingkat Keseriusan Kecurangan, Self Efficacy, Dukungan Organisasi, Locus of Commitmentdan Intensi untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing

Full Text:

PDF

References


Ab Ghani, N. (2013). Predicting Whistle-Blowing Intention in Malaysia: Evidence from Manufacturing Companies. Dissertation (PhD). Curtin University, Curtin Graduate School of Business.

Agoes, S., & Ardana, I. C. (2011). Etika Bisnis dan Profesi: Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Edisi Revisi. Cetakan Kedua. Jakarta: Salemba Empat.

Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. “Organizational Behavior and Human Decision Processes. 50, 179-211.

Aliyah, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai dalam Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. 12 (2), 173-189.

Alleyne, P., Hudaib, M., & Pike, R. (2013). Towards a Conceptual Model of Whislte-blowing Intention Among External Auditors. The British Accounting Review, 45: 10-23.

Bagustianto, R., & Nurkholis. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Simposium Nasional Akuntansi XVIII, Medan, 16-19 September.

Brief, A. P. & Motowidlo, S. J. (1986). Prosocial Organizational Behaviors. Academy of Management Review. 11 (4), 710-725.

Cullen, J. B., Parboteeah, K. P., & Victor, B. (2003). The effects of ethical climates on organizational commitment: A two-study analysis. Journal of Business Ethics, 46(2), 127-141.

Dozier, J. B., & Miceli, M. P. (1985). Potential predictors of whistle-blowing: A prosocial behavior perspective. Academy of Management Review, 10 (4), 823-836.

Ghozali, I. (2015). Aplikasi Analisis Multivariance dan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponorogo.

Kaplan, S. E. & Whitecotton, S. M. (2001). An Examination of Auditor’s Reporting Intentions When Another Auditor is Offered Client Employment. A Journal of Practice and Theory. 20 (1), 45-63.

KNKG. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran - SPP (Whistleblowing System – WBS). Jakarta: KNKG.

Kreshastuti, D. K. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Auditor Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang). Skripsi. FEB, Universitas Diponegoro.

Nazarudin, I., & Basuki, A. T. (2016). Analisis Statistik dengan SPSS. Yogyakartta: Danisa Media.

Saud, I. M. (2016). Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal-Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi, 17(2), 209-219.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2013). Research Methods for Business: A Skill Building Approach Sixth Edition. Chichester: Wiley.

Semendawai, A.H., F. Santoso, W. Wagiman, B.I. Omas, Susilaningtyas, & S.M. Wiryawan. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Septianti, W. (2013). Pengaruh Faktor Organisasional, Individual, Situasional, dan Demografis Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Internal. Simposium Nasional Akuntansi XVI, Manado, 25-28 September.

Setyawati, I., Ardiyani, K., & Sutrisno, C. R. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Untuk Melakukan Whistleblowing Internal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. 17, 22-33.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke-15. Bandung: Alfabeta.

Sweeney, P . (2008). Hotlines Helpful for Blowing The Whistle. Financial Executive. 24 (4), 28-31.




DOI: https://doi.org/10.18196/rab.020120

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia