Analisis Pengaruh Sloof terhadap Penurunan Fondasi Telapak dengan Simulasi Numeris

Muh. Handy Dwi Adityawan, Agus Darmawan Adi, Ashar Saputra

Abstract


Sloof yang menghubungkan dua kolom selama ini diperhitungkan sebagai balok ikat (tie beam) agar kolom tidak bergeser. Sloof diasumsikan menggantung atau tidak bertumpu di atas tanah. Sehingga sloof murni sebagai pengikat antar dua kolom. Namun, kenyataan di lapangan sloof bertumpu di atas tanah atau di atas pasangan batu. Oleh karena itu sloof akan menerima beban vertikal dari bangunan. Desain sloof perlu diubah karena kondisi ini. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SAP2000. Tanah dan pasangan batu dimodelkan sebagai spring dengan input parameter modulus reaksi tanah dasar (ks). Hasil analisis menunjukkan bahwa penurunan fondasi telapak pada kondisi sloof bertumpu di atas tanah atau di atas pasangan batu lebih kecil dibandingkan kondisi sloof menggantung. Selisih penurunan rata-rata sekitar 26%. Beda penurunan dan angular distortion antara dua kolom menjadi lebih kecil ketika sloof bertumpu di atas tanah atau di atas pasangan batu dibandingkan kondisi sloof menggantung. Momen lapangan yang bekerja pada sloof menggantung adalah positif sedangkan momen tumpuan adalah negatif. Sebaliknya, momen lapangan yang bekerja pada sloof bertumpu di atas tanah maupun di atas pasangan batu adalah negatif, sedangkan momen tumpuan adalah positif.

Sloof connecting two columns has been calculated as a tie beam to keep them from moving apart. It was assumed as the hanging sloof or not rested on the ground. Hence it was purely as a tie between two columns. However, in the field, sloof is rested on the ground or the stone foundation. Therefore the sloof will receive the vertical load of the building. The sloof design need to be changed due to this condition. An analysis was conducted using SAP2000. The ground and the stone foundation were modeled as springs at which the modulus subgrade reaction (ks) was the input parameters. The results showed that the settlement of footing when the sloof resting on the ground or the stone foundation was smaller than the hanging sloof. The difference of the settlement was about 26% on average. Differential settlement and angular distortion between two column footings became smaller when the sloof was rested on the ground or the stone foundation compared to the hanging sloof. The field bending moment that occurred on the hanging sloof was positive, while the restraint moment was negative. In contrary, the field bending moment that occurred on the sloof rested on the ground or the stone foundation was negative, while the restraint moment was positive.

 


Keywords


Resting sloof, settlement, angular distortion, moment

Full Text:

PDF

References


Almasri, A.H dan Taqieddin, Z.N. (2012). Finite Element Study of Using Concrete Tie Beams to Reduce Differential Settlement Between Foootings. Proceedings of 13th WSEAS International Conference on Mathematical and Computational Methods in Sience and Engineering, (pp. 112-116).

Bowles, J.E. (1992). Analisis dan Desain Pondasi 1 & 2. Erlangga, Jakarta.

Farouk Hany, dan Farouk Mohammed. (2014). Effect of Tie Beam Rigidity on Strip Footings. Recent advances in Material, Analysis, Monitoring, and Evaluation in Foundation and Bridge Engineering GSP 253.ASCE.(pp.86-93)

Gere James M. (2004). Mechanics of Materials. Thomson Learning, USA.

Hadiyatmo, H.C. (2017). Perancangan Perkerasan jalan & penyelidikan tanah. Gadjah Mada University press, Yogyakarta.

Hadjib, N. (2009). Daur teknis pinus tanaman untuk kayu pertukangan berdasar sifat fisis dan mekanis. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 27(1), 76-87.

Lee, J. dan Jeong, S. (2016). Experimental study of estimating the subgrade reaction modulus on jointer rock foundations. Rock Mechanics and Rock Engineering, 49(6), 2055-2064.

Milosevic, J., Gago, A.S., Lopes, M. dan Bento, R. (2013). Experimental assessment of shear strength parameters on rubble stone masonry specimens. Construction and Building Materials, 47, 1372-1380.

Puskim. (2011). [Online] Available at : http//www.puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spektra _indonesia_2011. [Accessed pada 2 December 2018]

Satyarno, I., Nawangalam, P., Pratomo R. I. (2012). Belajar SAP2000. Zamil Publishing, Yogyakarta.

SNI 1726-2012. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

SNI 1727-2013. (2013). Beban MinimumUntuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

SNI 2847:2013. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.18196/st.222245

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Muh. Handy Dwi Adityawan, Agus Darmawan Adi, Ashar Saputra

Editorial Office :

SEMESTA TEKNIKA

Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Jln. Brawijaya Tamantirto Kasihan Bantul 55183 Indonesia

Telp:(62)274-387656, Fax.:(62)274-387656

Email: semesta_teknika@umy.ac.id, semestateknika@umy.university

Website: http://http://journal.umy.ac.id/index.php/st

Creative Commons License

Semesta Teknika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.