Legal Protection of Mental Hospital Patients Who Experienced Acts of Violence Committed by Medical Personnel (A Study at Dr. Arif Zainudin Regional Mental Hospital Surakarta, Indonesia)

Arief Budiono, Septyan Wijayanti Kusuma Wardani, Abdullah al Mamun, Yogi Prasetyo

Abstract


Every citizen, including mental hospital patients, has the right to legal protection, as they are vulnerable to experiencing acts of violence by medical personnel. This study aims to analyze the legal protection for people with mental health conditions who once experienced acts of violence committed by medical personnel. This study used sociological research methods with a descriptive qualitative research approach. This study used primary and secondary sources of data. The authors collected data through observation and interviews. The data in this research were analyzed and then described as narrative texts. The results showed that people with mental health conditions could obtain legal protection from acts of violence committed by medical personnel if they truly experienced bad treatment. It ensures that people with mental health conditions obtain their rights as citizens to be equally treated before the law. In undergoing their tasks, medical personnel must follow the SOP (Standard Operating Procedures), which includes prioritizing patient safety and comfort to keep patients from rebelling when their illnesses recur.

Keywords


Indonesia; legal protection; medical personnel; mental hospital; people with mental disorders

Full Text:

PDF

References


Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditinjau Dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jurnal Wawasan Hukum, 32(1).

Aji, A. M. (2015). Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam. Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 2(2).

Amalita, A. R., Alawiya, N., & Utami, N. A. T. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Penderita Gangguan Jiwa Dalam Pelayanan Kesehatan Pada Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia (Legal Protection for Sufferers of Mental Disorders in Health Services in the Structure of Indonesian Legislation). Jurnal Soedirman Law Review, 2(1), 73.

Arifin, R., & Lestari, L. E. (2019). Penegakan Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Indonesia Dalam Konteks Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(2), 12. https://doi.org/10.23887/jkh.v5i2.16497

Busro, A. (2018). Aspek Hukum Persetujuan Tindakan Medis (Infomed Consent) Dalam Pelayanan Kesehatan (Legal Aspects of Informed Consent in Health Services). Law & Justice Journal, 1(1), 3.

Dimyati, K., & Wardiono, K. (2004). Metode Penelitian Hukum (Legal Research Method). Surakarta: UMS Press.

Ismail, M. W. (2020). Perlindungan Hukum Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Di Rumah Sakit Khusus Jiwa. Wal’afiat Hospital Journal, 1(1). https://doi.org/10.33096/whj.v1i1.22

Majid, U. (2023). Representasi Mental Health Dalam Film Animasi Tangled Dengan Semiotika. Janaloka: Jurnal Ilmu Komunikasi UMS, 1(1).

Muhammad, A. (2018). Hak Asasi Manusia: Filosofi, Teori & Instrumen Dasar (Human Rights: Philosophy, Theory & Basic Instruments). Makasar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Muhandar, Abdullah, E., & Thamrin, H. (2010). Perlindungan Saksi dan Korban dalam Sistem Peradilan Pidana. Surabaya: Putera Media Nusantara.

Nuryati, T., & Amir, Y. (2022). Mental Health Problems of Pregnant Women, the Causes, and the Need for Social Support. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan UMS, 11(1).

Pangestu, K. J., Sugiartha, I. N. G., & Dinar, I. G. A. A. G. P. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana yang Mengalami Gangguan Jiwa (Legal Protection for Offenders with Mental Disorders). Jurnal Analogi Hukum, 4(3), 296.

Pangestu, R. W. (2021). Tinjauan Hukum Peran Rumah Sakit Terkait Persetujuan Tindakan Kedokteran Pada Pasien Gawat Darurat Tanpa Keluarga (Legal Review of the Role of Hospitals Regarding the Approval of Medical Actions in Emergency Patients Without Families). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Qamar, N., Salle, Amiruddin, Amas, K. S. Y. D., Palabbi, R. D., Suherman, A., & Rezah, F. S. (2018). Negara Hukum Atau Negara Kekuasaan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Rinawati, F., & Alimansur, M. (1970). Analisa Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Jiwa Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Stres Stuart. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 34. https://doi.org/10.32831/jik.v5i1.112

Salsa Bila, K., & Sulistyanta, ’. (2022). Perlindungan Hukum Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Sebagai Korban Tindak Pidana Penganiayaan Dalam Perspektif Viktimologi. Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan, 11(1), 92. https://doi.org/10.20961/recidive.v11i1.67443

Setiono. (2004). Supremasi Hukum. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret.

Simanjuntak, N. O. (2017). Hak Pelayanan dan Rehabilitasi orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar menurut UU No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa (Studi Kasus UPT Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras Berastagi). Jurnal Pusham Unimed, VII(1).

Soekanto, S. (1989). Aspek Hukum Kesehatan (Aspects of Health Law). Jakarta: Ind-Hill-Co.

Soerjono, A. (2003). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta.

Soesilo, R. (1991). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bogor: Politeia.

Sunggono, B. (2007). Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syahbana, D. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Yang Terlantar Di Rumah Singgah. Jurnal Ilmu Hukum The Juris, 6(2), 539–550. https://doi.org/10.56301/juris.v6i2.627

The Government of the Republic of Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen (Amendment of the 1945 Constitution). , (1945). Jakarta, Indonesia.

The Government of the Republic of Indonesia. ndang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Law No. 44 of 2009 on Hospitals). , (2009). Indonesia: Lembaran Negara Republik Indonesia.

Tuage, S. N. (2013). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Oleh Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK). Lex Crimen, 2(2), 56.

Wahyuni, S., Mariane, I., Soesilo, G. B., Andriani, A. D., Sumanto, L., Ramadhani, W., … Lumowa, V. (2022). Pengantar Ilmu Hukum. Makassar: CV. Tohar Media.

Wicaksono, M. A. S., & Susilowati, I. (2019). Perlindungan Hukum Hak Penyandang Gangguan Jiwa Yang Menggelandang Di Kabupaten Jombang (Studi Kasus di Kecamatan Peterongan dan kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang). Novum: Jurnal Hukum, 6(1).

Wicaksono, Y. I. (2016). Gejala Gangguan Jiwa Dan Pemeriksaan Psikiatri Dalam Praktek Klinis. Malang: Media Nusa Creative.




DOI: https://doi.org/10.18196/jphk.v4i2.18106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Editorial Office:
Master of Law, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Second Floor of Postgraduate Building
Jl. Brawijaya, Tamantiro, Kasihan, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia 55183
Phone: 08224531887
Fax: (0274) 387646
Email: jphk@umy.ac.id